Terkini.id, Jakarta - Thomas Schemera mengatakan apakah Hyundai akan melahirkan kendaraan listrik murah di Indonesia? Senin 13 Juni 2022.
Saat ini Hyundai produsen mobil pabrikan Korea Selatan telah menawarkan inden penjualan Ioniq 5 dengan harga sekitar Rp 718 hingga 829 juta di area Jakarta.
Harga tersebut masih terbilang mahal untuk warga Indonesia. Executive Vice President and Head of Customer Experience Division Hyundai Motor, Thomas Schemera mengatakan bahwa jika harga murah pasti penjualan meningkat.
"Apakah Hyundai akan melahirkan kendaraan listrik murah di Indonesia? Ini menjadi konsen HMID tapi kamu harus bayangkan bagaimana Hyundai memulai bisnis,” Ujar Thomas.
“Saya rasa kalian semua mengerti skala ekonomi, jika harga murah pasti penjualan meningkat, tapi jika harga mahal volume penjualan terkendali," lanjut Thomas.
Thomas menjelaskan bahwa jika semuanya sudah tepat waktu, pandemi berlalu, dan krisis semikonduktor juga berlalu, tidak memungkinkan akan melahirkan harga yang terjangaku.
"Tapi nanti di saat semuanya sudah siap dari segala hal, saat krisis semikonduktor berlalu, krisis pandemi berlalu, Ini sangat mungkin akan terjadi di saat yang tepat," pungkasnya Thomas.
"Bisa saja terjadi, nanti kendaraan listrik akan memenuhi semua segmen, namun untuk itu kamu harus mempersiapkan semuanya, menggunakan satu platform dan lain-lain," tambahnya.
Sebelumnya menurut Thomas harga kendaraan listrik ditentukan oleh baterai, dan jika memiliki pabrik sendiri, bisa saja harganya menjadi murah.
"Beberapa tahun lalu harga kendaraan listrik di tentukan dengan baterai, harga bisa saja turun dengan kami memiliki pabrik di sini, dan tidak menutup kemungkinan harga baterai juga akan lebih murah, tapi saya belum bisa katakan secara pasti," bebernya Thomas.
"Kapan akan melahirkan mobil listrik murah, 5 tahun lagi? Menurut saya kalau di Indonesia hal itu bisa saja terjadi, setelah kami meraih sukses bersama LG energi, saya rasa harga bisa turun jika seperti ini,” terangnya.
“Saat kita sudah memproduksi baterai sendiri, namun ini menjadi tantangan kita. Berapa persen penurunan harganya? Saya tidak tahu, tapi tidak menutup kemungkinan, harga bisa seharga mobil konvensional," jelasnya.










