Keindahannya tampak sempurna dipadu pulau berwarna hijau
Pasir warna pink itu berasal dari karang yang hancur. Keindahan ini tampak sempurna dengan dipadu pulau-pulau berwarna hijau yang subur. Tak ada ombak di pantai pasir itu, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih yang lembut. Jika air laut pasang, pulau itu akan tenggelam. Namun, Keindahan Pasir Timbul Meko harus dibayar dengan perjalananan yang cukup panjang. Dari Pelabuhan Pelni Larantuka di Kota Larantuka, kita menyeberang ke pelabuhan Tubilota di Pulau Adonara. Kita dapat menumpang kapal motor dengah harga Rp 5 ribu dengan waktu tempuh kira-kira hanya 10 menit. Kemudian, melintasi Pulau Adonara. Sewa mobil jadi cara yang tepat menuju ke Meko. Lantaran minimnya transportasi umum dan jauhnya perjalanan menjadi alasan. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Dusun Meko. Di dusun Meko dihuni oleh suku Bajo yang mata pencahariannya sebagai nelayan. Mereka hidup sehari-hari dari hasil tangkapan ikan. Dengan menggunakan sampan kecil, mereka menebar jaring untuk menangkap ikan. Warga dusun di sana bisa mengantarkan kita ke Pasir Timbul Meko. Kita dapat menyewa perahu nelayan lokal dengan harga Rp 400 ribu PP. Dalam perjalanan menuju pulau itu, kita akan disuguhi pemandangan yang tak kalah indah. [caption id="attachment_136124" align="alignnone" width="1013"]










