Terkait Permintaan Said Aqil Agar Jokowi Tidak Ikut Campur, PAN: Apalagi yang Dikejar Jokowi?

Terkait Permintaan Said Aqil Agar Jokowi Tidak Ikut Campur, PAN: Apalagi yang Dikejar Jokowi?

Helmi Yaningsi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Ketua DPP PAN Saleh Daulay yakin Jokowi akan netral dan tidak ikut campur dalam Muktamar Nu. Hal ini disampaikan sebagai respons atas permintaan dari Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang minta Presiden Jokowi dan pemerintahannya bersikap netral dalam Muktamar NU.

"Menurut saya, pak Jokowi akan netral di muktamar NU. Selama ini, hubungan NU dan pemerintah sangat dekat. Jadi, tidak ada kepentingan pemerintah untuk mencampuri muktamar NU," kata Ketua DPP PAN, Saleh Daulay, Jumat 12 November 2021.

"Kalau pemerintah mau menyampaikan sesuatu, tidak ada yang menghalangi. Banyak program pemerintah yang dibantu NU. Apa alasan pemerintah untuk mencampuri? rasanya tidak ada ya," lanjut Saleh.

Selanjutnya Saleh menyebut NU merupakan organisasi yang besar dan eksistensinya mencapai luar negeri. Sehingga, menurutnya, mereka tahu apa yang terbaik di dalam organisasinya.

"NU adalah organisasi Islam besar yang sudah diakui eksistensinya. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Karena itu, sangat riskan jika ada pihak yang ingin intervensi. Biarkanlah semua diserahkan kepada peserta muktamar. Semuanya datang ke arena dengan membawa agenda bagi kebesaran NU," ucapnya.

Lebih lanjut Saleh mengatakan kalau Jokowi sudah dua periode dan tidak ada lagi yang dikejar secara konstitusional. Sehingga tidak ada kepentingan Jokowi untuk ikut campur dalam organisasi tersebut.

"Lagian, Pak Jokowi sudah 2 periode. Apalagi yang dikejar? Secara konstitusional, sampai saat ini tidak ada aturan yang membolehkan untuk 3 periode atau lebih. Jadi, semua biasa saja," ucapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar muktamar pada Desember mendatang. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintahannya bersikap netral dalam Muktamar NU itu.

"Harapan saya Pak Jokowi sebagai kepala negara ya dalam hal muktamar ini netral," kata Said Aqil dalam kunjungan silaturahmi PBNU dengan Transmedia, di Kantor Transmedia, Jakarta Selatan, Kamis 11 November 2021, dilansir dari Detikcom.

Said Aqil menyebut NU memiliki gaya sendiri dalam melakukan muktamar. Said Aqil ingin ketua umum yang dipilih merupakan pilihan NU sendiri.

"Biarkan NU punya gaya sendiri, punya hasil pemilihannya sendiri," ujarnya.

Sekali lagi, Said Aqil meminta agar pemerintah tidak ikut campur dalam Muktamar NU itu. Dia menyebut jika pemerintah ikut campur, maka berpotensi akan merusak Muktamar NU.