Terkini.id, Jakarta – Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menerima kritikan dan kecaman dari berbagai kalangan terkait cuitanya soal zero deforestasi.
Melalui akun Twitter miliknya @SitiNurbayaLHK. Ia secara tegas menyebut pembangunan besar-besaran di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak boleh dihentikan atas nama emisi karbon atau deforestasi.
Dimana, menurutnya menghentikan pembangunan atas nama zero deorestasi sama dengan melawan mandat UUD 1945 dalam pembangunan dengan sasaran nasional untuk kesejahteraan rakyat secara sosial dan ekonomi.
Sementara itu, zero deforestasi diketahui merupakan kebijakan yang telah disepakati di ajang KTT COP26 yang digelar di Glasgow dan dihadiri Presiden Jokowi.
Namun berbanding terbalik dengan pernyataan Menteri LKH, yang menolak penggunaan terminology deforestasi yang tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia.
“Kita juga menolak penggunaan terminology deforestasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia. Karena di Eropa contohnya, sebatang pohon ditebang di belakang rumah, itu mungkin masuk dalam kategori dan dinilai sebagai deforestasi. Ini tentu beda dengan Indonesia,” kutipnya di Twitter.
Ia juga menuturkan memaksa Indonesia untuk melakukan zero deforestasi merupakan hal yang tidak tepat dan tidak adil. Dikutip dari Pikiranrakyat. Kamis, 4 November 2021.
Seperti halnya, Siti Nurbaya mengatakan di Kalimantan dan Sumatera, banyak akses jalan terputus karena harus melewati kawasan hutan.
Sementara ada lebih dari 34 ribu desa berada di kawasan hutan dan sekitarnya tersebut.
Ia beranggapan jika konsepnya zero deforestasi, berarti tidak boleh ada akses jalan yang menyebabkan masyarakat sekitar terisolasi di sekitar kawasan hutan sementara tuntutan negara harus hadir di tengah masyarakatnya.
Pernyataan yang disampaikan Menteri LHK ini berujung banyak kecaman dan kritik dari berbagai tokoh dan masyarakat.
Di antaranya politisi Partai Gerindra Fadli Zon, yang dalam cuitannya mengatakan hal tersebut kontradiktif dan kontraproduktif.
"Narasi ini kontradiktif dan kontraproduktif," Tutur Fadli.
Sementara dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Berlian Idriansyah Idris dalam unggahannya juga menyindir dengan menyebut Siti Nurbaya Bakar sebagai Menteri LHK Terbalik.
"Menteri Lingkungan Hidup terbalik," ujarnya.
Sementara, dalam cuitan, Berlian Idris membandingkan pernyataan Presiden Jokowi dengan pernyataan Menteri LHK, di mana sebelumnya Jokowi telah menyepakati dan menyatakan akan mengakhiri deforestasi bersama dengan seratus pemimpin dunia pada tahun 2030.
“Kalau Pakde yang berjanji, pasti akan terealisasi,” ujarnya dalam cuitan lain.
Tak cukup sampai di situ, organisasi aktivis lingkungan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) juga turut mengomentari pernyataan kontroversial tersebut.
“Ini gimana ya, Menteri Lingkungan Hidup tapi kok malah Pro banget sama pembangunan skala besar yg jelas2 berpotensi merusak lingkungan hidup sebuah kementerian yg harusnya menjadi pelindung kan @KementrianLHK @SitiNurbayaLHK. Dunia sedang krisis iklim itu udah di depan mata,” Kata akun @walhinasional.










