Terkini.id - Kepala Bidang Perencanaan dan Pelaporan Bapenda Sulsel, Reza Faisal Saleh menyebut bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil pajak mengalami penurunan sebanyak Rp300 miliar lebih.
Hal itu diungkapkan Reza pada kegiatan Coffee Morning Komisi C, di Gedung Tower Kantor DPRD Sulsel, Jumat 17 September 2021.
Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua dan anggota Komisi C, Sri Rahmi, Irwan Hamid, serta Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif.
PAD dari Pajak tahun 2021 sebesar Rp10,4 triliun dari target sebesar Rp10,7 triliun lebih.
"Memang tantangan di masa pandemi sangat berat, terbatasnya aktivitas masyarakat mempengaruhi pendapatan, tapi disisi lain pembangunan harus tetap berjalan," kata Reza.
Reza menambahkan, gambaran di tahun 2021 awal tahun cukup optimis, dengan menarget Rp10,7 miliar, dengan harapan adanya vaksinasi dan penurunan kasus Covid-19.
"Makanya kita optimis di 2021 ini menuju normal. Disisi lain dan transfer dikalkulasi ulang oleh pusat. Realisasi di sisi pad sudah cukup meningkatkan dibanding Agustus tahun lalu ada 9,5 persen tapi dana transfer yang menurun," paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif mengatakan bahwa pihak DPRD tidak dapat dilaksanakan agar PAD mencapai target yang sudah ditetapkan.
"Kita juga di DPRD tidak bisa memaksa, kita harus lakukan rasionalisasi, jangan sampai dipaksa sama kasusnya dengan 2020, ada kegiatan yang tidak bisa terbayarkan. kita mau bagaimana APBD 2021 ini kembali normal supaya kita bisa kembali WTP. Jadi harus benar-benar sinkron datanya," ujarnya.
Sementara, Ketua Komisi C, Sri Rahmi mengungkapkan, kegiatan coffee morning Komisi C akan terus digelar setiap satu bulan sekali.
"Kegiatan semacam ini akan kita lakukan setiap bulan sesuai dengan mitra komisi C. Kegiatan ini juga untuk membahas isu yang berkaitan dengan mitra Komisi C," pungkasnya.
Politisi PKS Sulsel ini mendorong Bapenda Sulsel dan masyarakat untuk taat membayar pajak.










