Terkini.id, Jakarta - Komika top Tanah Air, Bintang Emon, kembali menjadi perbincangan netizen usai mengunggah sebuah video terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Video pendeknya itupun sontak viral di media sosial sejak beberapa waktu lalu. Bahkan, videonya tersebut ditanggapi langsung oleh Novel Baswedan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Bintang Emon, yang memberi dukungan kepada dirinya selaku korban penyiraman air keras pada 2017 silam.
"Saya mengucapkan terima kasih. Jelas, semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada saya terkait perkara di mana saya menjadi korban penyerangan air keras. Saya tegaskan kembali sejak awal saya sudah maafkan pelaku, siapa pun pelakunya," kata Novel, Sabtu, 13 Juni 2020, dikutip dari detikcom.
Novel juga mengaku yakin peristiwa penyiraman air keras yang terjadi merupakan takdir.
"Saya sudah menerima apa pun yang terjadi pada diri saya karena saya yakin itu takdir dari Allah," ujarnya.
Kendati demikian, Novel berharap pengungkapan kasus ini harus berjalan dengan benar agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.
"Tetapi penegakan hukum harus berjalan dengan benar dan penegakan hukum yang benar, transparan, dan objektif adalah kepentingan semua orang dan merupakan kebutuhan dasar. Oleh karena itu, setiap proses penegakan hukum yang tidak jujur, janggal, dan jauh dari rasa keadilan harus dilawan. Semoga ke depan kita dapati potret wajah hukum Indonesia yang baik," terangnya.
Diketahui, dalam video viral Bintang Emon tersebut, ia mengomentari soal pelaku penyerang Novel Baswedan yang disebut tak sengaja menyiram air keras kepada Novel.
"Katanya nggak sengaja, tapi kok bisa sih kena muka? Kan kita tinggal di bumi. Gravitasi pasti ke bawah. Nyiram badan nggak mungkin meleset ke muka, kecuali Pak Novel Baswedan emang jalannya handstand, bisa lu protes," ujar Bintang Emon dalam video unggahannya.
"Pak hakim, saya niatnya nyirem badan. Cuma gegara dia jalannya betingkah, jadi kena muka. Bisa, masuk akal," sambungnya.
Bintang Emon kemudian memberi sindiran soal tuntutan tersebut. Dia mempertanyakan, apakah cara berjalan Novel yang tidak normal atau tuntutan 1 tahun penjara itu.
"Kita cek, yang kagak normal cara jalannya Pak Novel Baswedan atau hukuman buat kasusnya?" tuturnya.
"Katanya cuma buat kasih pelajaran. Bos, lu kalau mau kasih pelajaran, Pak Novel Baswedan jalan lu pepet. Terus bisikin, 'Eh, tahu nggak, kita punya grup yang nggak ada lu-nya, lo'. Pergi. Nah, pasti insecure tuh, 'salah gue apa ya?' Introspeksi, Pak Novel, pelajaran jatuhnya. Nah aer keras mah dari namanya juga keras, kekerasan. Nggak mungkin keaeran," pungkasnya.










