Terkini.id, Jakarta - Politisi partai Golkar Andi Harianto Sinulingga atau biasa disapa Andi Sinulingga menanggapi berita di salah satu media yang memberitakan kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Tengah bertambah jumlahnya, dari 5 daerah menjadi 19 daerah.
Hal ini ia sampaikan di akun media sosial Twitternya @AndiSinulingga seperti terlihat pada hari Minggu, 1 Mei 2022.
Andi Sinulingga memposting link berita dari media detik.com dengan judul berita "Tahun Lalu Cuma 5, Kini Kemiskinan Ekstrem di Jateng Tambah Jadi 19 Daerah" dan membuat narasi agar rakyat Indonesia harus diberi tahu agar kemiskinan ekstrem itu tidak menjalar keseluruh Indonesia.
Andi juga menekankan harus diberitahu juga gimana milih pemimpin nasional dengan melihat ketika yang bersangkutan memimpin daerahnya. Andi tak lupa memention akun Twitter Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Ketua Umumnya (Giring Ganesha)
"Rakyat Indonesia harus diberi tahu agar kemiskinan ekstrem itu tdk menjalar keseluruh Indonesia. Harus diberi tahu juga gimana milih pemimpin nasional, lihat aja ketika yg bersangkutan memimpin daerahnya." tulis Andi Sinulingga.
"@Giring_Ganesha & @psi pasti setuju kayaknya (emoticon)," sambungnya.

Dilansir dari detik.com dengan judul berita "Tahun Lalu Cuma 5, Kini Kemiskinan Ekstrem di Jateng Tambah Jadi 19 Daerah" yang terbit pada hari Jumat, 8 April 2022, Target percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah bertambah jumlahnya, dari 5 menjadi 19 daerah. Pemprov Jateng mengakui ada penambahan daerah kemiskinan ekstrem tersebut, sembari menyebut sejumlah alasan terjadinya penambahan cukup banyak.
Dalam Surat Edaran Kementerian Sekretariat Negara Sekretariat Wakil Presiden, Nomor: B-38/KSN/SWP/KK.04.01/02/2022 ditetapkan 212 kabupaten/kota di 25 provinsi sebagai prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di tahun 2022.
Sedangkan untuk Jawa Tengah ada 19 daerah sedangkan tahun lalu targetnya prioritasnya ada di 5 daerah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun atau Gus Yasin membenarkan surat tersebut. Ia kemudian menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan angka kemiskinan.
"Ya, jadi gini, peningkatan angka kemiskinan kemarin kan disebabkan dengan adanya, pertama, COVID-19. Kedua memang pada akhir-akhir ini harga sembako yang ada kenaikan. Ini harus kita pantau kita koordinasikan dengan pemerintah pusat supaya di tahun ini, di bulan puasa ini khususnya jelang lebaran harga komoditi yang ada bisa kita kendalikan," kata Gus Yasin kepada wartawan, Jumat (8/4/2022).
"Harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena kenaikan ini tidak hanya terjadi di Jateng, artinya nasional. Hingga kita perlu koordinasi pada pemerintah daerah maupun pusat," imbuhnya.
Maka yang dilakukan Pemprov Jateng, lanjut Gus Yasin, yaitu melakukan pemantauan dan menggenjot lagi kegiatan-kegiatan penanggulangan kemiskinan. Pihak Pemprov Jateng juga sudah merapatkan soal hal itu.
"Kemarin sudah rapatkan, akan kita masifkan lagi gerakan-gerakan penanggulangan kemiskinan salah satunya adalah OPD kita yg mendampingi satu desa, membina satu desa dan itu sudah direplikasi oleh kawan kawan di Kabupaten/Kota. Sehingga akan lebih masif lagi," ujarnya.
Untuk diketahui, dalam surat edaran tersebut disebutkan di Provinsi Jawa Tengah terdapat 19 kabupaten/kota miskin ekstrem kemudian di Jawa Barat terdapat 17 kabupaten/kota, sedangkan di Jawa Timur sebanyak 25 kabupaten/kota.
Untuk Jawa Tengah, yang masuk target prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Rembang, Pati, Demak, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes.










