Terkini.id, Kabul - Taliban serang bandara Kandahar dengan roket, upaya hentikan serangan udara AS. Paling tidak, ada tiga roket menghantam bandara Kandahar di Afganistan pada Sabtu 31 Juli 2021 malam waktu setempat.
Reuters melaporkan, mengutip pernyataan Taliban, kelompok milisi bersenjata itu bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.
Serangan itu dilakukan untuk menghentikan serangan udara yang diluncurkan dari bandara Kandahar sebagaimana dilansir DW via kompascom, Minggu 1 Agustus 2021.
Kepada Reuters, seorang juru bicara Taliban mengatakan, bandara tersebut digunakan untuk melakukan serangan udara terhadap pihaknya. Akibat serangan roket itu, sebagian dari landasan pacunya mengalami kerusakan. Sehingga, pihak berwenang menangguhkan semua penerbangan.
Seperti diketahui, bandara Kandahar merupakan pangkalan Angkatan Udara Afghanistan. Pangkalan tersebut merupakan tempat penting untuk menyediakan logistik.
Selain itu, bandara Kandahar mampu memberikan dukungan udara yang diperlukan untuk mencegah pemberontak menyerbu kota terbesar kedua di Afghanistan itu.
Fasilitas itu juga diklaim menyediakan perlindungan udara untuk sebagian besar wilayah Afghanistan selatan. Kendati Taliban berhasil menduduki daerah pedesaan dengan cepat, kelompok tersebut belum mampu menjangkau kota-kota besar Afghanistan.
Akan tetapi, beberapa hari terakhir Taliban cukup berani menggempur sejumlah kota besar di Afghanistan. Serbuan tersebut memicu pertempuran sengit antara tentara Afghanistan melawan milisi Taliban.
Serangan roket di bandara Kandahar itu terjadi ketika Taliban membuat kemajuan pergerakan dan serangan di Kota Lashkar Gah, Provinsi Helmand.
Kepala dewan Provinsi Helmand mengatakan, ia meminta pengerahan pasukan khusus di kota berpenduduk 200 ribu jiwa itu.
Seorang warga mengatakan kepada kantor berita AFP, ia menyaksikan pertempuran di sana dan memprediksi tidak akan berakhir.
“Taliban tidak akan mengasihani kami, dan pemerintah juga tidak akan menghentikan pengeboman,” ungkapnya.
Pertempuran juga terjadi di pinggiran Kota Herat. Di sana, sekitar 100 milisi Taliban dilaporkan tewas.










