Terkini.id, Internasional - Kelompok Taliban memberikan peringatan dan ancaman tegas kepada Amerika Serikat (AS), secara khusus, dan kepada negara lain untuk mengakui pemerintahan mereka di Afghanistan.
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan jika AS dan negara lain tak mengakui pemerintahannya, maka akan ada masalah di dunia.
"Pesan kami kepada Amerika adalah, jika tidak akui terus, masalah afghanistan berlanjut, itu adalah masalah kawasan dan bisa berubah menjadi masalah bagi dunia," tegasnya dalam konferensi pers, Sabtu, 30 Oktober 2021, dikutip dari Reuters via Rmolid.
Mujahid juga mengatakan bahwa alasan Taliban dan AS berperang terakhir kali lantaran keduanya tak memiliki hubungan diplomatik formal.
"Isu-isu yang menyebabkan perang itu, bisa diselesaikan melalui negosiasi, bisa juga diselesaikan melalui kompromi politik," jelasnya.
Seperti diketahui, AS sendiri dulunya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001, setelah serangan 11 September 2001.
Saat itu, pemerintahan Taliban menolak untuk menyerahkan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.
Selanjutnya, ia pun menekankan bahwa pengakuan dunia oleh pemerintahannya merupakan hak rakyat Afghanistan.
Sejak Taliban mengambil alih negara pada Agustus, tidak ada negara yang secara resmi mengakui pemerintahannya.
Tidak ada pengakuan itu juga berdampak dengan aset dan dana Afghanistan di luar negeri yang akhirnya akan dibekukan.
Kendati tak ada negara yang mengakui pemerintahan Taliban, para pejabat senior dari sejumlah negara telah bertemu dengan para pemimpin gerakan itu baik di Kabul maupun luar negeri.










