Baru-baru ini beredar kabar bahwasnaya pendakwah mualaf Yahya Waloni terancam mendapat hukuman mati karena dijerat pasal berlapis. Adapun informasi tersebut beredar luas usai diunggah
Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar menyoroti pernyataan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut Yahya Waloni sebagai ‘sampah buangan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin kembali menyoroti Yahya Waloni yang saat ini menjadi tersangka pelecehan agama. Atas kejadian tersebut,
Sepertinya sudah menjadi rahasia umum jikalau pendakwah mualaf Yahya Waloni cukup populer di kalangan publik, utamanya di media sosial seperti YouTube. Hal itu lantaran
Sejumlah netizen di media sosial memberikan dukungan moril kepada Ustad Yahya Waloni, usai penceramah tersebut ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama. Salah
Pihak rumah sakit (RS) Polri membeberkan kondisi terakhir pendakwah Ustaz Yahya Waloni setelah dua hari mendapat perawatan medis usai ditangkap Bareskrim. Diketahui, Yahya Waloni
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, Cholil Nafis ikut menanggapi kasus penistaan agama yang baru-baru ini menjadi perbincangan publik. Cholil menyoroti kasus yang
Publik belakangan ini dihebohkan dengan banyaknya kasus penistaan agama. Salah dua tokoh yang menjadi tersangka saat ini adalah seorang Youtuber bernama Muhammad Kace dan
Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin ikut menanggapi pemberitaan terkait penangkapan Yahya Waloni dan Muhammad Kace terkait kasus penistaan agama. Bahkan,
Beberapa waktu lalu, pihak kepolisian telah bergerak cepat dalam meringkus pelaku dugaan penistaan agama yakni YouTuber Muhammad Kace dan Penceramah Yahya Waloni. Tak cukup