Kumpulan Berita Krisis Pangan Terkini Hari ini

Polbangtan Gowa
NEWS12 September 2022

Mentan ajak Alumni SPP SPMA Kementan Sinergi Bangun Pertanian

Ikatan Alumni SPP/SPMA (Sekolah Pertanian Pembangunan/ Sekolah Pertanian Menengah Atas) Negeri Gowa menggelar reuni akbar selama dua hari (10-11 September 2022) yang berpusat di Kampus Polbangtan Gowa. Kegiatan yang dihadiri oleh alumni dari berbagai provinsi seluruh Indonesia tersebut nampak meriah dan diisi dengan berbagai kegiatan. Hal yang istimewa dari reuni akbar kali ini adalah dihadiri dan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. “Kami seperti mendapatkan durian runtuh, karena reuni ini dihadiri oleh Bapak Mentan, Pak Sekretaris Jenderal dan Eselon I Kementerian Pertanian Lainnya” Ungkap Latief Halide Ketua IKA SPP SPMA saat memberikan sambutan. Pada kesempatan ini Mentan mewanti-wanti terjadinya krisis pangan global, sebagai akibat dari pandemic covid 19 yang telah cukup memporak porandakan ekonomi dunia, ditambah lagi dengan cuaca ekstrim akibat perubahan iklim serta perubahan geopolitik dunia. Hampir semua Negara saat ini mengkhawatirkan stok pangan negaranya. Namun menurut SYL Indonesia patut berbangga, untuk urusan pangan,pertanian  Indonesia telah berhasil menjadi bantalan ekonomi Negara. Bahkan Indonesia diakui dunia dan telah diberi penghargaan International Rice Research Institute (IRRI)  karena memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan juga sebagai negara yang mencapai swasembada.tidak melakukan impor padi selama tiga tahun terakhir. "Sekarang kita tidak impor lagi tuh. Over stok kita sampai 7 juta. bahkan tahun ini saja sampai Agustus kita masih punya stok 10 juta. itulah kenapa kita mendapatkan penghargaan dari IRRI sebagai negara swasembada. Tahun depan kalau kita bersama bukan hanya padi yang swasembada tapi juga semua pangan kita swasembada," jelas Mentan. Mentan juga mengajak kepada para alumni untuk bersama-sama membangun pertanian. Menurutnya membangun pertanian itu harus dilakukan bersama-sama  yang dimulai dari diri kita. “Bapak ibu disini sebagai alumni SPP SPMA memiliki kemampuan untuk itu, mulailah menanam apa saja bisa saudara tanam. Jangan biarkan ada sedikitpun lahan yang tidak tertanami, apapun bisa kita tanam, bisa cabai, tomat ataupun produk lainnya”. Diakhir Mentan memotivasi peserta agar reuni ini dapat menghasilkan sebuah ide dan gagasan.“Saya berharap melalui ajang reuni ini dapat menghasilkan sesuatu, menghasilkan ide dan gagasan yang dapat mendukung dan membantu program Kementerian pertanian”. Tutup Mentan.
 
Kementrian Pertanian
NEWS30 Agustus 2022

Perkuat SDM Pertanian di Maluku, Kementan Tingkatkan Kolaborasi dengan Komisi IV DPR RI

Krisis pangan telah melanda di berbagai negara. Iklim yang tidak menentu, hujan ekstrem, bencana alam mengakibatkan petani gagal panen karena kebanjiran atau kekeringan ditambah lagi ledakan hama dan penyakit yang melewati ambang batas menyebabkan kuantitas pangan tidak seimbang dengan kenaikan jumlah penduduk.Demi menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan dalam negeri untuk mengantisipasi kemungkinan adanya krisis global yang panjang, Kementerian Pertanian secara konsisten terus fokus peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Antisipasi tersebut ditunjukan salah satunya dengan mengedukasi generasi muda dalam pemanfaatan alternatif bahan pangan.Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa krisis pangan global sudah di depan mata, dari 60 negara yang mengalami krisis 40 diantaranya dalam tahap menuju kehancuran.Lebih lanjut SYL mengatakan, "Pemicu krisis pangan global diantaranya disebabkan oleh pandemic covid-19, perubahan iklim dan perubahan geopolitik dunia. Pertanian adalah sesuatu yang strategis, penting dan sangat besar, maka hadirkan nurani, komitmen emosional kebangsaan dan komitmen keberpihakan kepada rakyat dalam bekerja. Jadikan kerjamu adalah bagian dari ibadah", ajak SYL.Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut Kementerian pertanian telah mengeluarkan jurus dan strategi seperti peningkatan produksi pangan terutama cabai, bawang merah, gula dan daging sapi, pengembangan pangan substitusi impor seperti ubi kayu dan sorgum serta upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing produk ekspor.Kepala Badan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi menyebutkan bahwa Badan SDM memiliki peran dan berada di garis terdepan dalam program pelatihan pengembangan kapasitas SDM pertanian."Segala sesuatu yang terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan tugas BPPSDMP", ujar Dedi. Dedi juga mengatakan untuk mencapai produktivitas yang baik, dibutuhkan SDM pertanian yang handal yaitu petani dan penyuluh, bagaimana menciptakan penyuluh dan petani dengan kualifikasi tersebut. Dan hal tersebut adalah tugas pelatihan, tugas widyaiswara dan pengelola pelatihan pertanian.Badan SDM pertanian sebagai unit eselon 1 yang memiliki mandat penyiapan SDM pertanian yang profesional dan penyelenggara fungsi penyuluhan, pelatihan maupun pendidikan, bertanggung jawab pula dalam upaya pencegahan dan penanggulangan krisis pangan global yang saat ini sedang melanda negeri.Melalui Politeknik Pembangunan (Polbangtan) Gowa, BPPSDMP baru-baru ini berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para Petani dan Penyuluh yang berada di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.Bimtek tersebut berlangsung selama 2 hari, 25-26 Agustus 2022 di Lapangan Dusun Parigi Kecamatan Seram Utara dan di Kantor Balai Pertemuan Negeri Kecamatan Seram Utara Timur Kobi.Lokasi pelatihan yang ditempuh sekitar 12 jam melalui darat dan laut dari kota Ambon tersebut dihadiri langsung oleh anggota DPR RI asal Maluku Saadiah Uluputty. Narasumber utama pelatihan dihadirkan petani cabai milenial sukses asal Maluku, La Ode sindara. Turut hadir pula Kepala BPP, para Kepala Desa, dan peserta Bimtek sebanyak 225 orang yang terdiri atas para petani dan penyuluh setempat.Mewakili Direktur Polbangtan Gowa, P.Tandi Balla yang juga turut hadir pada pelaksanaan Bimtek mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya pemerintah dalam membangun kapasitas sumberdaya manusia pertanian yang kompeten sehingga secara signifikan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian yang ada di Kabupaten Maluku.Pada kesempatan tersebut P. Tandi Balla juga berharap nantinya ada mahasiswa ataupun penyuluh yang berasal dari Kabupaten Maluku Tengah yang melanjutkan pendidikannya di Polbangtan Gowa, sehingga regenerasi petani di provinsi Maluku akan terus berlanjut kedepannya.Saadiah Uluputty saat membuka acara sangat mengapresiasi Polbangtan Gowa yang telah mau bekerjasama dan melaksanakan kegiatan bimtek."Terima kasih kepada Polbangtan Gowa yang mau bekerjasama mengadakan kegiatan di tempat terpencil ini, di pesisir ini, yang dimana lokasi tersebut yang membedakan dengan Bimtek yang lainnya" ujar Saadiyah.Saat membawakan materi sekaligus membuka kegiatan, Saadiah Uluputty juga mengatakan "Bimtek ini dilaksanakan agar kapasitas SDM petani dan penyuluh ditingkatkan, melatih keterampilan, dan mendampingi masyarakat dengan baik."La Ode Sindara selaku pemateri yang juga petani cabai milenial memanfaatkan momen ini untuk mensosialisasikan program Jaringan Petani Nasional (JPN)."Program JPN adalah program pemerintah yang merekrut para pemuda agar bisa terdaftar di Jaringan Petani Nasional, yang menyatukan petani muda milenial untuk bersama-sama berkontribusi membangun kewirausahaan."Pada kesempatan ini juga La Ode Sindara mengajak petani untuk berkontribusi dalam mencegah krisis pangan dengan cara menanam cabai dirumah masing-masing."Menanam cabai di rumah merupakan tindakan kecil namun real untuk mencegah terjadinya krisis pangan melanda negeri" jelas Sindara.
 
Krisis pangan
NEWS01 Juli 2022

Krisis Pangan Global Mengancam, Airlangga: Pemerintah RI Siapkan Langkah Strategis

Pemerintah selalu berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari sisi supply terkait dengan peningkatan produksi, upaya diversifikasi  pangan, efisiensi distribusi pangan, penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas pangan, hingga penguatan stok pangan nasional.