Survei Capres 2024, dari Prabowo-Puan hingga Gatot-Rizieq, Siapa Paling Unggul?

Survei Capres 2024, dari Prabowo-Puan hingga Gatot-Rizieq, Siapa Paling Unggul?

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pilpres 2024 memang masih jauh jikalau mengingat fakta bahwa kita baru saja beberapa bulan memasuki tahun 2021.

Namun, rupanya sejumlah lembaga survei mulai mencari tahu tingkat elektabilitas tokoh-tokoh yang berpotensial untuk maju sebagai calon presiden (capres) 2024 mendatang.

Adapun beberapa kandidat yang diusung, antaran lain Prabowo Subianto-Puan Maharani, Jusuf Kalla-Anies Baswedan, Ganjar Pranowo-Khofifah Indar Parawansa, Ridwan Kamil-AHY, Airlangga Hartarto-Sandiaga, Erick Thohir-Tito Karnavian, dan Gatot Nurmantyo-Rizieq Shihab.

Lantas, kandidat capres-cawapres siapa yang paling unggul untuk 2024 mendatang?

Rupanya, dalam berbagai survei yang dilakukan, Prabowo Subianto menjadi calon presiden dengan elektabilitas tertinggi.

Didukung oleh Partai Gerindra serta koalisi dengan PDIP, Prabowo dinilai berpeluang kuat memenangkan pemilihan presiden pada 2024 mendatang.

Baru-baru ini, misalnya, hasil survei yang dilakukan Polmatrix Indonesia menunjukkan Prabowo yang jika berpasangan dengan Puan Maharani, maka akan menjadi kandidat paling kuat di antara para pasangan capres-cawapres lainnya.

Dari simulasi yang ada, Prabowo-Puan diunggulkan dengan dukungan yang mencapai 19 persen.

Namun, angka itu tak membuat jaraknya terpaut jauh dengan dua pasangan calon unggulan lainnya, yakni JK-Anies dan Ganjar-Khofifah.

Pasangan Jusuf Kalla-Anies Baswedan didukung sebanyak 16,4 persen dan Ganjar Pranowo-Khofifah Indar Parawansa sebesar 15,6 persen.

Lalu setelahnya ada Ridwan Kamil-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meraih dukungan 12,3 persen.

“Pasangan Prabowo-Puan paling diunggulkan publik dalam laga Pemilu 2024, tetapi mendapat penantang kuat dari JK-Anies dan Ganjar-Khofifah, serta RK-AHY,” beber Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia, Dendik Rulianto, seperti dikutip terkini.id dari Tribunnews pada Sabtu, 3 April 2021.

Namun, menurut Dendik, sebagai representasi dari dua kekuatan politik terbesar, Prabowo-Puan masih memerlukan daya ungkit yang lebih besar jika ingin memenangkan Pemilu 2024.

Untuk itu, koalisi yang terbangun antara PDIP dan Gerindra tampaknya perlu bekerja ekstra keras.

Di sisi lain, dari simulasi terhadap nama-nama kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi, Anies lebih tepat jika dipasangkan sebagai cawapres JK yang merupakan tokoh senior.

"JK lebih mampu merangkul banyak kekuatan politik, ditambah faktor Anies yang masih kuat,” jelas Dendik.

Ganjar yang juga elektabilitasnya tinggi bisa menjadi capres alternatif, apalagi jika berpasangan dengan Khofifah.

"Ganjar-Khofifah merupakan kombinasi antara figur nasionalis dan Islam (NU), serta pengalaman sebagai gubernur dari dua provinsi terpadat,” sambungnya.

Demikian pula dengan RK yang dengan latar belakang sebagai gubernur Jawa Barat dan dukungan anak muda, ia akan semakin menguat jika dipasangkan dengan AHY.

"RK-AHY sama-sama figur muda, didukung mesin politik yang solid maupun massa yang lebih cair."

Sementara itu, simulasi paslon yang lain hanya didukung kurang dari 5 persen responden.

Pasangan Airlangga Hartarto-Sandiaga Uno meraih 4,7 persen dukungan, disusul Erick Thohir-Tito Karnavian 3,2 persen, dan Gatot Nurmantyo-Rizieq Shihab 1,3 persen.

Lalu masih ada sekitar 27,3 persen responden yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

"Simulasi paslon Pilpres 2024 ini bisa memberikan gambaran peta dukungan terhadap para kandidat dan patut diperhitungkan oleh partai-partai politik yang bakal mengusung," pungkas Dendik.

Sebagai informasi, survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 20-25 Maret 2021 lalu kepada 2.000 orang responden mewakili 34 provinsi.

Survei tersebut dilakukan melalui telepon terhadap responden survei sejak 2019 yang dipilih acak.

Margin of error survei sebesar ±2,2 persen, sedangkan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.