Soal Wacana Prabowo-Puan Pilpres 2024, Sekjen Gerindra : Saya Kira Tidak Ingin Geer

Soal Wacana Prabowo-Puan Pilpres 2024, Sekjen Gerindra : Saya Kira Tidak Ingin Geer

Cici Permatasari

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani sebut tak ingin besar kepala atau geer terkait wacana koalisi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dengan Ketua DPR RI Puan Maharani untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Ia mengaku tak ingin terburu-buru berbicara mengenai hal tersebut.

“Kalau kemudian hubungan itu diformulasikan dalam Pilpres 2024, saya kira tidak ingin geer, tidak ingin menyebut itu bertepuk sebelah tangan,” kata Muzani dikutip dari Cnnindonesiacom. Jumat, 6 Mei 2022.

Muzani menyatakan pihaknya bersedia bekerja sama dengan siapa saja.

Pasalnya, Gerindra masih membutuhkan 37 kursi DPR untuk mengajukan calon presiden.

Dia juga tidak menutup kemungkinan terulangnya koalisi Gerindra-PDIP. Jika koalisi Prabowo-Puan terbentuk pada 2024, Muzani mungkin hanya berharap yang terbaik.

“Kalau itu memang terjadi, ya saya kira mudah-mudahan itu bisa menjadikan PDIP dan Gerindra adalah partai politik yang punya orientasi perjuangan nasionalisme,” ujarnya.

Setelah Gerindra semakin dekat dengan koalisi pemerintahan Jokowi, perdebatan Prabowo-Puan pun meletus.

Pada Pilpres 2009 dan Pilkada DKI Jakarta 2012, Partai Gerindra dan PDIP bekerja sama.

Usai pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, perdebatan kembali memanas.

Saat merayakan Idul Fitri tahun ini, Prabowo berfoto selfie dengan Mega dan Puan.

Diketahui, elektabilitas para tokoh yang dinilai potensial pun mulai ditakar oleh lembaga-lembaga survey.

Salah satu surevei terbaru yang dilakukan untuk mengetahui elektabilitas para tokoh adalah survey dari Lembaga Survei dan Analisa Kebijakan Publik (LANSKAP).

Direktur Eksekutif LANSKAP Mochamad Thoha menjelaskan bahwa elektabilitas Prabowo adalah yang paling tinggi di antara tokoh-tokoh lain.

Lebih lanjut, Mochamad Thoha menjelaskan bahwa masyarakat masih menaruh harapan pada sosok Prabowo yang telah berkompetisi sebanyak tiga kali dalam kontestasi kepemimpinan nasional.