Tim penjelajah mengambil sampel air, batu, tanah, dan beberapa bangkai hewan untuk dianalisis lebih lanjut.
Selain itu, OCET menemukan formasi gua yang dipenuhi dengan mutiara berwarna abu-abu dan hijau limau. Mutiara tersebut rupanya terbentuk karena tetesan air.
Temukan Ular dan Bangkai Burung
Saat tiba di dasar umur, tim penjelajah menemukan ular. Hal itu dilaporkan oleh profesor geologi dan German University of Technology di Oman Mohammed al-Kindi, yang ikut menjelah bersama OCET.
Namun, Mohammed menyebut ular tersebut tidak mengganggu penjelajah. Anggota tim juga menemukan bangkai burung dengan bau tak sedap namun tak menyengat.

Orang Yaman Tak Pernah Masuk ke Dasar Sumur Neraka
Sebelum OCET melakukan penjelajahan, pejabat Yaman pernah mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui apa yang ada di dalam sumur tersebut.
Mereka mengaku belum pernah ada orang Yaman yang masuk ke dasar sumur yang berusia jutaan tahun itu.
OCET juga membantah mitos lain yang mengklaim bahwa sumur tersebut adalah gunung berapi super yang dapat menghancurkan bumi.
OCET sendiri mengatakan alasan mereka nekat menjelajah Sumur Neraka tersebut. Rasa semangat yang memotivasi mereka untuk melakukan riset.
OCET merasa penjelajahan mereka di Sumur Bahrout atau Sumur Neraka ini akan mengungkap keajaiban baru dan menjadi bagian dari sejarah Yaman.










