Sulsel Waspada! Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Berpotensi Masuk Zona Rawan

Sulsel Waspada! Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Berpotensi Masuk Zona Rawan

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sulsel alias Sulawesi Selatan patut waspada lantaran berpotensi masuk zona rawan dikarenakan kasus Covid-19 yang terus melonjak.

Ya, belakangan ini, kasus Covid-19 di Sulsel terus mengalami peningkatan hingga sejumlah pihak pun memperingatkan potensi Sulsel menjadi zona rawan, seperti halnya Jawa dan Bali.

Epidemiolog Unhas, Prof. Ridwan Amiruddin, mengatakan bahwa saat ini Sulsel menyentuh angka 198% pertumbuhan kasus di mana jumlah tersebut sangat mengkhawatirkan karena kurang 2% lagi masuk kategori zona rawan.

Menurut Ridwa, zona rawan sudah masuk kategori untuk didorong ke Pemberlakuan Pembatasan Kegiaran Masyarakat (PPKM) Darurat.

Untuk itu, ia menilai Pemerintah perlu secepatnya mengambil tindakan untuk men-cut-off kenaikan sebelum mencapai 200%.

"Sulsel dengan pertumbuhan 198% itu sangat kritis di borderline merah, ini perlu cut off," ujarnya, sebagaimana dikutip terkini.id dari Sindonews pada Rabu, 21 Juli 2021.

"200% pertumbuhan kasus baru, Sulsel masih di 198%. Jadi, sangat sedikit lagi atau kurang 2% untuk dianggap masuk zona rawan yang harus segera PPKM Darurat."

Ridwan menambahkan bahwa Pemerintah perlu meningkatkan sense of crisis-nya, lantaran kondisi Sulsel tidak sedang baik-baik saja sehingga diperlukan kerja sama oleh seluruh sektor untuk menekan kembali kasus yang ada.

"Dalam kondisi seperti ini, konsolidasi pengelola program sangat penting. Sense of krisis pejabat sangat penting untuk merespon secara cepat dan tepat pandemi ini.

Lebih lanjut, Ridwan menyampaikan bahwa Pemerintah perlu memaksimalkan 3T, sedangkan saat ini masih hanya fokus pada treatment, sementara progres penting, yaitu Testing dan Tracing, justru masih menjadi kelemahan.

Ia juga menyebut ratio tracing masih terpaut 1:3, di mana jumlah tersebut dianggap masih timpang, apalagi isolasi mandiri tidak terkontrol dengan baik.

"Tracing kedodoran dengan ratio 1:3 saja dan isolasi mandiri yang tidak terkontrol. Semoga dapat dikelola lebih baik. Artinya, yang perlu diperbanyak ini testing dan tracing."

Menurutnya, jika sampai hal ini tidak segera dibenahi, maka tidak menunggu waktu lama situasi buruk akan semakin terbuka lebar.

Selain itu, dirinya juga mengatensi Ibu Kota Makassar selaku episentrum Makassar yang menurutnya sudah masuk kategori 4, di mana semestinya setiap invidu harus membatasi mobilitasnya.

Ridwan juga menganggap bahwa aktivitas Work From Home (WFH) secara keseluruhan sudah semestinya diterapkan.