Soal Jusuf Hamka Ngaku Diperas Bank Syariah, JK Sentil 'Anak Angkat Buya Hamka'

Soal Jusuf Hamka Ngaku Diperas Bank Syariah, JK Sentil 'Anak Angkat Buya Hamka'

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Soal Jusuf Hamka ngaku diperas bank syariah, JK sentil ‘anak angkat Buya Hamka’. Pekan lalu, sempat heboh berita terkait Jusuf Hamka yang melontarkan isu kartel krematorium jenazah Covid-19. Tak sampai di situ, ia juga mengaku diperas salah satu bank syariah swasta seperti yang diungkapkannya dalam podcast Youtube Deddy Corbuzier.

Menyoal hal itu, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat suara. Pria kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan yang akrab disapa JK itu, menyentil Jusuf Hamka yang mengaku sebagai anak angkat Buya Hamka.

Menurut JK, di satu sisi Jusuf Hamka membuka bisnis krematorium jenazah dan di sisi lain menyerang bank syariah.

“Ini menyangkut etika, agama, moral. Bagaimana orang yang selalu menyatakan anak angkat Buya Hamka, tapi dia yang menyediakannya krematorium untuk orang meninggal,” ungkap Jusuf Kalla saat dikonfirmasi wartawan terkait polemik yang menghangat dalam pemberitaan pekan lalu, Minggu 25 Juli 2021.

JK yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia, mengaku prihatin atas hal tersebut lantaran menyangkut nama besar Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang dikenal Buya Hamka, ulama dan sastrawan terkemuka Indonesia.

Jusuf Kalla mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarga Hamka.

“Saya sebagai umat prihatin sekali orang yang memakai nama Hamka di belakangnya, tapi urusannya krematorium. Pembakaran mayat. Dan dia membanggakan itu. Sungguh disayangkan, menyedihkan bagi saya,” bebernya, seperti dilansir dari kumparan.com, Senin 26 Juli 2021 kemarin.

Sekadar diketahui, dalam wawancara dengan media pada Juni 2018, Jusuf Hamka menceritakan bagaimana asal-usul ia menggunakan nama ‘Hamka’. Menurut Jusuf Hamka, Buya Hamka sendirilah yang menyematkan nama tersebut kepadanya.

Terkait krematorium, Jusuf Hamka sebelumnya sempat membuat geger soal tudingan adanya kartel kremasi jenazah Covid-19. Ia protes biaya krematorium ada yang mencapai Rp 80 juta. Jusuf Hamka sendiri merupakan Pembina Yayasan Krematorium Cilincing.

Seperti diketahui, Jusuf Hamka yang memiliki krematorium di Cilincing, Jakarta Utara, lantas membuka tempat tersebut untuk proses kremasi jenazah Covid-19. Namanya, Krematorium Doktor Aggi Tjetje S.H. Nama ini diambil dari nama almarhum kakaknya selaku pendiri Krematorium Cilincing.

Di krematorium yang ia bikin, Jusuf Hamka hanya mengenakan biaya Rp 7 juta bagi kremasi jenazah Covid-19. Ia juga siap menggratiskan khusus untuk masyarakat yang tidak mampu.

Usai menyoal kartel kremasi, beberapa hari kemudian Jusuf Hamka membuat heboh dengan pernyataan mengaku diperas bank syariah. Ia kemudian menyebut agency sindikasi bank syariah swasta itu dalam podcast Youtube Deddy Corbuzier.

Yusuf Hamka mengatakan, hal tersebut terjadi saat berniat melunasi utang perusahaan sebesar Rp 796 miliar karena tidak sanggup membayar besaran margin bagi hasil, yang disebut Jusuf Hamka sebagai ‘bunga’ sebesar 11 persen.

Permintaan itu baru disetujui asalkan ia membayarkan kompensasi sebesar Rp 20,6 miliar. Merasa ada upaya pemerasan, Jusuf pun langsung membawa kasus tersebut ke kepolisian.

Soal ini, Jusuf Hamka sudah meminta maaf. Ia menegaskan tidak punya niatan menyerang bank syariah secara khusus.

“Benar saya minta maaf dan ini pembicaraan terakhir saya terkait kasus ini. Saya enggak mau bikin gaduh,” imbuh Jusuf Hamka kepada wartawan, Minggu 25 Juli 2021.