Terkini.id, Jakarta - Ahmad Ali selaku Wakil Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Partai NasDem) menegaskan bahwa flyer bertuliskan BIN dan Polri Batalkan Deklarasi Anies Baswedan adalah berita palsu alias hoax.
“Jadi tidak benar kalau ada berita, ada informasi yang mengatakan seakan- akan polisi mengganggu atau menghadang Anies dan NasDem ketika keliling ke daerah. Justru melakukan pengamanan secara baik,” ujar Ahmad Ali, Rabu 21 Desember 2022.
Flyer yang menjadi perbincangan publik itu turut menampilkan wajah Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BIN Jenderal Purn Budi Gunawan.
Sedangkan judul lengkap flyer ini adalah ‘BIN dan Polri Bergerak Batalkan Acara Deklarasi Anies di Berbagai Daerah’.
Ahmad Ali menambahkan, ketika Anies Baswedan melakukan safari politiknya ke berbagai daerah di Indonesia, masyarakat setempat selalu mendapatkan reaksi yang positif.
Bahkan beberapa personel keamanan dari kepolisian juga ditempatkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Terima kasih kepada teman-teman kepolisian dan BIN yang selama ini membantu dan memfasilitasi sehingga setiap acara berjalan dengan baik,” katanya.
Seperti yang dilansir dari viva.co.id, pria yang menjabat sebagai anggota Komisi III DPR ini berpendapat selebaran itu ditujukan untuk memfitnah pihak kepolisian bukan Anies Baswedan.
“Ada yang sengaja menyebarkan selembaran itu supaya polisi dibenci rakyat. Padahal, nyatanya di lapangan polisi terlibat aktif membantu tertibnya acara itu,” tuturnya.
"Kalau sikap mengayomi ini terus dijaga oleh polisi, kita bisa menangkal hoaks-hoaks yang ingin mengadu domba," tambahnya.
Sebelumnya, Bawaslu RI telah mengingatkan kepada seluruh kader partai politik agar tidak terlibat dalam fitnah.
Mendengar tanggapan Bawaslu RI seperti itu, Ahmad Ali langsung ambil sikap atas kegiatan safar politik Anies Baswedan.
"Pertanyaannya, Bawaslu ini lembaga apa, nih. Bawaslu ini kan lembaga pengawas pemilu, mengawasi parpol dan KPU. Mereka mulai bertugas ketika tahapan pemilu sudah dimulai. Mereka bukan dewan etik," ucapnya.
"Ketimbang hari ini mereka mengomentari yang bukan domain mereka, nanti mereka diketawain," ungkapnya.










