Terkini.id, Jakarta - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra menyinggung penjualan tiket Formula E yang menurutnya mengalami kemunduran dan kalah dengan penjualan tiket konser Justin Bieber yang rencananya akan digelar di Indonesia November mendatang, namun tiket sudah mulai dijual.
Anggara mempertanyakan kemunduran dan ketidakjelasan jadwal penjualan tiket Formula E. menurutnya ini merupakan sebuah keanehan yang terjadi.
Selain itu, dia menilai kemunduran ini juga diduga karena persiapan yang tidak matang dari pihak penyelenggara sehingga terus mengalami penundaan penjualan tiket.
“Kami memepertanyakan mundurnya jadwal penjualan tiket Formula E. ini semakin aneh. Karena apa lagi, kalau bukan persiapannya yang kurang? Coba lihat seri balapan di Vancouver dan New York. Formula E diselenggarakan pada pertengahan Juli 2022 tapi tiketnya sudah dijual bulan ini, 4 bulan sebelum pelaksanaan.”, kata Anggara, dikutip dari laman Viva.co.id, Selasa 29 Maret 2022.
Dia mengatakan jika pelaksanaan Formule E di Indonesia rencanya dilaksanakan bulan Juni, sementara jadwa penjualan tiket tidak ada kejelasan dan jadwalnya terus diundur.
“Ini kita pelaksanaan Juni, tapi penjualan tiket belum ada. Terus jadwal penjualannya diundur pula. berarti kan kurang dari dua bulan saja promosinya. Apakah cukup?”, lanjutnya.
Menurutnya, pihak penyelenggara perlu berkaca pada promosi dan penjualan tiket konser Justin Bieber yang gencar melakukan promosi dan penjualan, sementara konsernya baru akan dilaksanakan November 2022.
“Selain penjualan tiket Formule E di Vancouver dan New York, kalah sama jualan tiket konser Justin Bieber. Pelaksanaan konser masih di November 2022, tapi tiket sudah dijual hari ini. Bahkan informasi terkait lokasi duduk, harga, sudah bisa diakses dari sebelum penjualan tiket dibuka. Permintaan tinggi kalau Bieber. Pemprov insecure pasti lihat Justin Bieber. Ini baru Namanya ga main-main”, ujarnya.
Selain itu, dia mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa menyepelekan penyelenggaraan Formula E karena sudah ada 560 miliar dana APBD yang digelontorkan dan harus dipertanggungjawabkan. Kegagalan penyelenggaraan akan perpengaruh pada citra Jakarta Indonesia.
Dia mengatakan jika pihaknya tidak akan berhenti mengingatkan pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan Formula E dengan sebaik-baiknya.
“Kami tidak akan capek untuk mengingatkan pemprov agar Formula E ini dapat dilaksanakan dengan baik. Anggarannya pakai uang rakyat. Rp 560 miliar loh, hanya untuk commitment fee. Persiapan sudah harus matang. Jangan ngulur-ngulur lagi. Ini bukan hanya Jakarta yang malu kalau gagal, tapi juga Indonesia”, tandasnya.










