Singgung Pemimpin Otoriter, Gus Nadir Sindir Buzzer: Kritikan Dianggap Penghinaan

Singgung Pemimpin Otoriter, Gus Nadir Sindir Buzzer: Kritikan Dianggap Penghinaan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), KH Nadirsyah Hosen atau akrab disapa Gus Nadir menyinggung soal sikap pemimpin otoriter dalam menanggapi kritik. Terkait hal itu, ia pun juga menyindir buzzer.

Gus Nadir lewat cuitannya di Twitter, Senin 28 Juni 2021, awalnya membalas kicauan seorang netizen yang tampak menyindir sikap dosen terhadap mahasiswa yang melakukan kritik.

"Masalahnya dosen terbang saja tak bisa membedakan penghinaan dgn kritikan apalagi mahasiswa," cuit netizen itu.

Menanggapi cuitan netizen tersebut, Gus Nadir pun menyinggung soal sikap pemimpin otoriter terkait kritikan.

Menurut Nadir, pemimpin yang otoriter akan menganggap semua kritik yang dilayangkan terhadap dirinya sebagai penghinaan.

"Pemimpin yang otoriter akan menganggap semua kritikan sebagai penghinaan," tulis Gus Nadir.

Sebaliknya, kata Gus Nadir, pemimpin yang demokratis akan memahami bahwa kritikan tersebut bisa disampaikan lewat kartun, jargon maupun satir.

"Sebaliknya, pemimpin yang demokratis akan memahami kritikan bisa diekspresikan lewat kartun, jargon dan satir. Semuanya sah," ungkapnya.

Terkait hal itu, Gus Nadir pun menyindir buzzer yang menurutnya kerap menganggap kritikan ke pejabat negara sebagai penghinaan.

Menurutnya, hal itu wajar lantaran kajian soal kritikan terhadap pemimpin tersebut terlalu tinggi bagi buzzer untuk mereka pahami.

"Tapi ya buzzer mana paham kajian tingkat tinggi begini. Tahunya cuma main tagar," tutur Gus Nadir.