Terkini.id, Jakarta - Pendakwah yang juga mantan pastor lulusan Vatikan, Ustadz Ali Mustafa menyebut bahwa para pastor di gereja Kristen Katolik mendapat bayaran dari jemaat apabila melayani penebusan dosa.
Pernyataan Ustadz Ali Mustafa soal pastor dibayar saat melayani penebusan dosa dari jemaat Kristen Katolik itu diunggah kanal YouTube Didit Yuli, seperti dilihat pada Jumat 25 Maret 2022.
Dilihat dari video berjudul 'Mantan Pastor Lulusan Vatican (Ust. Ali Mustafa) Ngibul Tingkat Dewa' yan tayang satu tahun silam tersebut, awalnya Ali Mustafa membeberkan agama yang dianut oleh kedua orang tuanya.
"Ayah saya Katolik, ibu saya Protestan. Ibu saya juga aktivis di gereja, pendeta di kalangan protestan sampai sekarang," ujar Ustadz Ali Mustafa.
Ia pun mengaku sebagai anak satu-satunya dalam keluarganya yang berperan sebagai pastor. Profesi sebagai pastor sudah dia jalani selama 13 tahun.
"Saya anak satu-satunya yang beperan sebagai pastor. 13 tahun jadi pastor, memimpin gereja," ungkapnya.
Ali Mustafa pun kemudian membeberkan pendapatan saat dirinya masih menjadi pastor. Menurutnya, pastor kaya raya lantaran penghasilannya luar biasa.
"Penghasilan yang luar biasa. Memang dunia ini milik mereka, surganya mereka. Jadi kalau mereka kaya wajar, surganya," tuturnya.
Adapun penghasilan yang ia terima saat masih menjadi pastor, yakni Rp100 juta per bulan dan gaji pokok Rp20 juta.
"Berapa penghasilan saya? 100 juta per bulan. Gaji pokok 20 juta. Ini banyak plus-plusnya, banyak tambahannya," bebernya.
Penghasilan itu, kata Ali Mustafa, di luar dari tambahan pendapatan lainnya, salah satunya yakni dari penebusan dosa jemaat Kristen Katolik dimana pastor juga dibayar.
"Tambahan dari mana? Penebusan dosa. Dosa dibayar tuh, enak banget agama mereka. Sekian persen masuk ke saya, sekian persen masuk ke biarawati saya, sekian persen masuk ke gereja, sekian persen saya oper ke Kardinal," ujarnya.










