Terkini.id, Jakarta - Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Guntur Romli, menyinggung soal rencana kelompok 212 menggelar reuni pada Desember 2021 mendatang.
Menurut Guntur Romli, kelompok 212 mengaku paling Islam padahal lebih senang melaksanakan kegiatan tersebut di Monas yang menurutnya adalah simbol kesuburan bahkan simbol porno.
Hal terkait Reuni 212 itu disampaikan aktivis NU tersebut lewat videonya yang tayang di kanal YouTube Cokro TV, seperti dilihat pada Rabu 1 Desember 2021.
Dalam tayangan video itu, awalnya Guntur Romli menilai ada peranan Anies Baswedan di balik aksi Reunu 212.
Ia pun meminta agar Gubernur DKI Jakarta itu serta kelompok 212 tak malu-malu menyebut hal itu kepada publik.
"Ini makin bikin heboh ke mana-mana. Ini gerombolan Anies, sudahlah jangan malu-malu dan sembunyi-sembunyi," ujar Guntur Romli.
Tokoh muda NU tersebut lantas menyayangkan adanya pihak-pihak yang tetap memaksakan helatan reuni 212 besok di tengah ancaman covid-19.
Padahal, kata Guntur Romli, tak ada kepentingan mendesak dan kontestasi Pilkada sudah usai.
"Kan gubernur pilihan mereka sudah jadi, ini tentu ada kaitan dengan konsolidasi politik kelompok tertentu. Ini sebenarnya ada Anies di belakangnya," tuturnya.
Lebih lanjut, Guntur Romli kemudian mengungkapkan kekesalannya atas rencana reuni 212 yang bakal tetap digelar besok meski sudah ditolak di mana-mana. Apalagi, ada nuansa politis di belakangnya.
Dia pun mengaku heran karena cuma kelompok inilah yang menjadikan aksi menjadi reuni. Guntur menyebut hal itu sangat tak jelas.
Apalagi, menurut Guntur, dengan kondisi Indonesia yang belum lepas dari intaian pandemi dan ancaman gelombang ketiga, mereka justru memaksakan diri dengan menggembar-gembor ingin memutihkan Monas atau Patung Arjuna.
Padahal, lanjut Guntur, simbol Monas tersebut merupakan simbol kesuburan bahkan simpol porno.
"Mereka kan orang yang ngaku paling Islam, kok malah lebih senang dengan simbol Monas. Padahal kan itu simbol kesuburan, bahkan simbol porno. Kemudian Patung Arjuna yang lagi perang Bharatayudha, kok bikin tambah enek, maunya apa?" ungkapnya.
Mengutip Hops.id, Guntur Romli juga kesal berkaca pada acara reuni 212 sebelum-sebelumnya. Di mana, masjid besar Istiqlal yang harusnya dijadikan tempat reuni malah hanya dijadikan tempat tidur dan buang air, sementara salat dan zikir dilakukan di depan Monas.
"Yang bikin tambah enek, tidurnya di Istiqlal, bahkan bisa diiler-ilerin tuh masjid, buang air di Istiqlal, ngambil wudhu di Istiqlal, kemudian malah salat di Monas. Enggak sehat orang-orang ini. Bukan memakmurkan masjid, malah sembahyang di Monas, bikin enek kelompok-kelompok ini," ujarnya.










