Terkini.id, Jakarta - Sebuah video diduga hoax yang menyebut lima warga di Probolinggo meninggal bersamaan setelah divaksin, viral di media sosial. Selain itu, pengunggah video tersebut juga menyinggung nama Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).
Video diduga hoax yang mengklaim lima warga di Probolinggo meninggal setelah divaksin tersebut diunggah pengguna Twitter Umaralims. Dalam cuitannya, ia juga menyinggung Presiden Jokowi dan Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar.
Menurut netizen pengunggah video itu, peristiwa meninggalnya lima warga setelah divaksin tersebut terjadi di Desa Lecces, Probolinggo, pada Jumat 16 Juli 2021.
"Innalilahi wa'innallillahi raji'un Silahkan Cek__ Desa Lecces Probolinggo, 16 Juli 2021 Meninggal bersama setelah di vaksin," cuit netizen Umaralims dalam narasi unggahannya.
Ia pun mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab terhadap kejadian dalam video itu, apakah Presiden Jokowi atau Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan aliaa LBP.
"Kalau sudah begini, siapa yang bertanggung jawab..??? Jokowi atau LBP," tutur si netizen.
Dilihat dari video tersebut, tampak lima keranda jenazah digotong dan hendak disalatkan secara bersamaan di sebuah masjid. Sementara di sekitarnya, terlihat sejumlah warga duduk sambil menunggu prosesi kelima jenazah itu disalatkan.
Unggahan video netizen itu sontak ditanggapi Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Ferdinand lewat cuitannya di Twitter, Minggu 18 Juli 2021, mengungkapkan fakta terkait video yang diunggah netizen itu.
Menurutnya, lima jenazah dalam video tersebut adalah 5 warga yang tinggal berdekatan rumah di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan yang disalatkan bersama karena meninggal secara bersamaan.
"5 jenazah di video itu adalah 5 warga Kecamatan Paciran, Lamongan yang disalatkan bersama karena meninggal secara bersamaan dan lokasinya berdekatan," ungkap Ferdinand Hutahaean.
Berdasarkan fakta tersebut, Ferdinand pun meminta aparat Kepolisian untuk menangkap netizen Umaralims lantaran menurutnya klaim pengunggah video itu yang menyinggung Jokowi dan menyebut lima warga tersebut meninggal setelah divaksin adalah informasi bohong atau hoax.
"Pak Polisi DivHumas_Polri CCICPolri tolong penyebar hoax ini dijemput. Kalau dibiarkan orang akan takut vaksin," ujarnya.










