Terkini.id, Jakarta - Sebuah potongan video ceramah dari pendakwah Ustaz Andri Kurniawan yang menyinggung soal calon presiden (Capres), beredar di media sosial.
Setelah ditelusuri, video Ustaz Andri Kurniawan menyinggung capres tersebut awalnya diunggah kanal YouTube Al Faruq Channel, seperti dilihat pada Senin 30 Agustus 2021.
Dalam video berjudul "Fenomena Zaman Tipu2 Tanpa Rasa Malu" itu, mulanya Ustaz Andri menyebut budaya korupsi di Indonesia sudah meluas di mana-mana.
"Budaya korupsi sudah menjadi meluas di mana-mana," ujar Ustaz Andri Kurniawan.
Bahkan, kata Andri, anggaran penanganan pandemi Covid-19 juga ikut dikorupsi oleh para pejabat negara.
"Bahkan tak tanggung-tanggung, itu anggaran Rp1.035 triliun untuk penanganan Covid-19 dikorupsi, dibuat belanjaan oleh pejabat-pejabat negara. Jadi budaya korupsi sudah merajalela di mana-mana," tuturnya.
Lebih lanjut, Andri kemudian menyinggung soal para capres yang memasang banyak baliho di berbagai daerah di Indonesia.
Kendati tak menyebut siapa saja sosok capres yang ia maksud tersebut, namun Andri Kurniawan menilai bahwa mereka merupakan koruptor penipu rakyat.
"Itu yang apa namanya, mereka tidak malu itu pasang baliho besar-besar, padahal mereka para koruptor-koruptor yang menipu rakyat," kata Ustaz Andri.
Menurutnya, para capres itu ingin jadi presiden sehingga mereka memasang baliho di banyak tempat. Padahal, menurut Andri, mereka adalah koruptor.
"Kepinginnya mau jadi presiden sehingga pasang baliho besar-besaran. Di mana-mana baliho besar, padahal dia koruptor," ungkapnya.
Andri Kurniawan pun mengungkapkan, bahwa para capres yang memasang baliho tersebut masing-masing melakukan korupsi senilai 500 juta US Dolar.
"E-KTP dikorupsi sampai 500 juta US Dolar masing-masing. Belum lama Bansos (bantuan sosial). Ngeri kita melihatnya. Jadi sudah karakter rusak semua lini kehidupan berbangsa ini," ujarnya.










