Terkini.id, Jakarta – Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budhyarto alias Kang Dede melontarkan sindiran kepada sekelompok orang yang membaca Alquran di Malioboro, Yogyakarta.
Kang Dede menyinggung bahwa anaknya yang menghafal 30 juz Alquran sejak usia 7 tahun saja tidak pernah mengaji di pinggir jalan.
Ia mengatakan, anaknya bisa menghafal 30 juz karena membaca dan menghafal di tempat yang semestinya, yakni pesantren.
“Anak saya hafal 30 Juz Al Quran dari usia 7thn ndak pernah tuh baca dipinggir jalan seperti gerakan membaca Al Quran di Malioboro, Jogja,” kata Kang Dede melalui akun resminya pada Jumat, 1 April 2022.
“Bisa hafal 30 Juz membaca dan menghafal di tempat yang semestinya, PESANTREN,” sambungnya.
Sebelumnya, viral sebuah video yang menunjukkan gerakan membaca Al-Quran di Malioboro. Video dengan durasi 1 menit 29 detik ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.
Dilansir dari Suara.com, video tersebut diunggah oleh akun Twitter @Irwan2yah pada Rabu, 30 Maret 2022.
Pengunggah mengkritik gerakan tersebut dan mengatakan bahwa membaca Alquran lebih baik dilakukan di masjid ataupun mushalah.
“Katanya ini lagi gerakkan membaca Al-Quran di sepanjang Malioboro. Saya Muslim, dan saya tdk anti baca Al-Quran,” tulis netizen tersebut.
“Tapi melihat fenomena ini jadi malu dan kenapa tidak sekalian bawa Toa (pengeras suara). Kita punya tempat ibadah bahkan ribuan di sana kenapa tidak di dalam masjid dan langgar, itu enak dilihat adem tidak Riya,” sambungnya.
Menanggapi pro dan kontra video membaca Alquran di Malioboro tersebut, pendakwah Azman Latief pun angkat bicara.
“Baik sekali itu, Al-Quran itu dibaca dimanapun cocok, di acara pernikahan bisa, kematian oke. Di Malioboro juga tidak apa-apa,” ujar Azman.
Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman itu mengatakan bahwa aktivitas membaca Alquran juga sebagai pengingat.
“Itu menunjukkan dan mengingatkan bangsa kita yang katanya religius tetapi sangat kurang diwarnai dengan hal-hal yg religi. Ini perlu didukung dan dilestarikan,” katanya.
Azman menyebut, Alquran mengingatkan manusia untuk selalu berbuat baik dan mengancam untuk yang masih suka berbuat kejahatan.
“Sehingga di keramaian atau di tempat wisata juga cocok,” katanya.










