Sindir SBY dan Mantan Menteri Roy Suryo, Netizen: Rezim Rakus! Tuhan Tidak Suka

Sindir SBY dan Mantan Menteri Roy Suryo, Netizen: Rezim Rakus! Tuhan Tidak Suka

FR
EP
Fitrianna R
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Belakangan, publik gempar dengan kabar pembangunan Museum SBY hingga ramai dibicarakan terkait dana pembangunannya yang dinilai kontroversial.

Hal itu lantaran dana pembangunan yang akan digunakan merupakan dana dari pengajuan Pemerintah Kabupaten Pacitan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Tak tanggung-tanggung, jumlah kucuran dana tersebut rupanya sebesar 9 miliar rupiah! Hal itulah yang menjadi perhatian warganet.

Mereka tampak tak peduli, meski Andi Arief melalui akun Twitter-nya @Andiarief_ bahkan telah menjelaskan bahwa itu hanya fitnah keji dari para buzzer.

Menurutnya, Pak SBY memang ditawarkan bantuan hibah senilai 9 miliar rupiah oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk pembangunan, tetapi Pak SBY sendiri sama sekali tidak pernah meminta.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa bantuan yang ramai dibicarakan itu pun belum diterima.

Netizen Sarankan Isi Museum SBY dengan Proyek Mangkrak, Panci hingga Pompa Air

Sejak kabar pembangunan Museum SBY sampai ke telinga netizen, beragam opini serta komentar turut mereka layangkan.

Salah satunya bahkan secara terang-terangan menyindir mantan Menteri Kepemudaan dan Olahraga, Roy Suryo, yang sebelumnya tersandung kasus serius, yaitu dituding membawa aset negara sebesar 8,5 miliar rupiah.

Dalam cuitannya, netizen tersebut turut melampirkan sebuah foto meme yang memperlihatkan ilustrasi Roy Suryo menggondol uang negara pada saat rezim SBY dulu.

Sindir SBY dan Mantan Menteri Roy Suryo, Netizen: Rezim Rakus! Tuhan Tidak Suka
Meme Roy Suryo Bawa Aset Negara 8,5 miliar rupiah.

"Penting juga lho (pembangunan Museum SBY), isi nya mengenai proyek2 yg mangkrak dan juga panci2, pompa air yg digarong sama ex mentri, biar generasi selanjutnya inget betapa rakus nya rezim saat itu. Tuhan tidak suka itu," tulisnya.