Terkini.id, Makassar-Dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan umum dilingkungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan, khususnya dalam proses pendataan dan monitoring satwa liar dilindungi eksitu baik itu satwa liar yang berada di kandang transit, Lembaga Konservasi dan penangkaran satwa liar lingkup Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Guna memenuhi tuntutan tersebut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan terus berupaya melakukan inovasi-inovasi teknologi, salah satunya dengan pengembangan aplikasi online Si MOLEK. Aplikasi ini merupakan Sistem Monitoring Tumbuhan Satwa Liar Dilindungi Eksitu kepada seluruh UPT LHK Sulawesi, Mitra, Komunitas Burung dan Repti di Hotel Maxone, Jalan. Taman Makam Pahlawan No. 5 Tello Baru Makassar, Kamis 26 September 2019.
Menurut kamus besar bahasa indonesia, molek berarti cantik, baik, bagus sesuai ekspektasi jajaran BBKSDA Sulsel dan koleganya.
Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, Ir. Thomas Nifinluri, MSi yang diwakili Anis Suryatin Kepala Bidang Teknis KSDA, "tak lupa Kepala BBKSDA Sulsel mengucapkan terimakasih kepada peserta yang hadir pada Launching Aplikasi SIMOLEK.
Saat membuka acara Anis Suryatin, menyampaikan, "aplikasi ini memudahkan memonitoring satwa eksitu yang telah teridentifikasi, hal ini sesuai perkembangan teknologi dalam menciptakan layanan berinovasi."
Lebih jauh diungkapkan, konservasi eksitumerupakan konservasi yang dilindungi tumbuhan ataupun TSL (tumbuhan satwa liar) terancam punah dari habitat diluar perlindungan BBKSDA Sulsel.
"Sebaliknya Konservasi insitu adalah konservasi tempat atau konservasi sumber daya genetik pada populasi alami tumbuhan ataupun satwa, misalkan sumber daya genetik hutan dalam populasi alami dari spesies pohon. Yang mana ini merupakan proses untuk melindungi spesies tanaman dan hewan yang akan terancam kepunahan pada habitat aslinya, hal ini menjadi tupoksi BBKSDA Sulsel." ungkapnya.
"Semoga launching SIMOLEK ini bermanfaat dalam rangka mendukung percepatan pendataan dan monitoring satwa liar dilindungi eksitu untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan," pungkas Anis Suriyatin.
Sementara Awang dan tim IT BBKSDA Sulsel memperkenalkan demo penggunaan teknis aplikasi Sistem Informasi Satwa Liar Dilindungi Eksitu (SIMOLEK) berbasis website.










