Terkini.id, Jakarta- Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab mengutarakan seruan darurat kebohongan.
Kemudian dibalas sindiran oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
Mochtar mempertanyakan kebijaksanaan seorang Rizieq yang dianggap sebagai tokoh agama. Ia menilai ucapan Rizieq tidak layak untuk disampaikan seorang ulama.
"Apakah layak dari seorang ulama atau seorang yang punya predikat sebagai habib bisa mengeluarkan statement seperti itu?, ungkap Mochtar di kutip dari CNNIndonesia pada Sabtu 23 Juli 2022.
Loyalitas Rizieq pun ramai-ramai membela pernyataan mengenai darurat kebohongan.
Sekretaris Dewan Syuro PA 212 Slamet Maarif menegaskan pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada pemerintah.
"Nggak usah tersinggung kalau memang bukan tukang bohong. Jadi, kalau saya menilai ucapan HRS kemarin itu seperti spirtus buat kita semua", ungkapnya dikutip dari CNNIndonesia pada Sabtu 23 Juli 2022.
Diketahui sebelumnya Rizieq menyuarakan mengenai revolusi akhlak sesat setelah bebas bersyarat.
Ia berkata terdapat sejumlah keadaan genting yang dialami oleh Indonesia, termasuk darurat kebohongan.
"Negeri kita lagi darurat kebohongan karena itu yang ingin saya sampaikan disini, apakah itu darurat kebohongan, darurat korupsi, apakah itu darurat kedzaliman, apakah itu darurat utang, apakah itu darurat ekonomi, dan lain sebagainya", ungkap Rizieq pada konferensi pers pada Rabu 20 Juli 2022.










