Terkini.id, Jakarta - Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menyentil kasus bisnis PCR yang diduga melibatkan menteri pemerintah Presiden Jokowi.
Iwan lantas membuat perbandingan dengan menggambarkan kondisi zaman rezim orde baru dan zaman pemerintahan saat ini.
Secara blak-blakan, Iwan Samule mengatakan bahwa rezim Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto pernah berkuasa di negeri ini hingga 32 tahun lamanya.
Namun, akhirnya rezim tersebut tumbang setelah rakyat geram dengan praktik korupsi, kolusi, nepotisme, represif, dan otoriter.
Kendati demikian, Iwan juga mengatakan ada yang lebih hebat dari rezim Orba.
Iwan menyebutnya rezim sontoloyo, yaitu suatu pemerintahan yang sudah mengabaikan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan.
Menurut Iwan, rezim ini juga dikendalikan oleh para oligarki, sementara rakyat terninabobokan oleh cerita para pendengung yang menebar kebohongan penguasa.
“Rezim Sontoloyo lebih hebat dari Orde Baru. Bisa bertahan hanya dengan melakukan kebohongan,” kata Iwan Samule mengutip Berita Harian Politik RMOL, Minggu 7 November 2021.
Di zaman kekinian, Iwan menyebutkan bahwa tanda-tanda kemunculan rezim ini mulai tampak.
Salah satunya, ditandai dengan kebohongan para pejabat negara yang tidak ambil untung dalam bisnis PCR.
Padahal, menurut Iwan dasar mereka mendirikan PT adalah untuk mencari cuan, bukan tanpa ada kepentingan sama sekali.
“Sadar dan stop percaya, dapat menumbangkan Rezim Sonyoloyo,” pungkasnya.










