Sejak Berubah Status, Perumda Parkir Bekerja Lebih Cepat Tertibkan Area Kemacetan di 7 Titik

Sejak Berubah Status, Perumda Parkir Bekerja Lebih Cepat Tertibkan Area Kemacetan di 7 Titik

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Sejak berubah status, Perumda Parkir Makassar Raya kini bekerja lebih cepat. Salah satunya, berfokus pada 7 titik kemacetan.

Titik-titik yang menjadi atensi, antara lain, depan Toko Satu Sama Landak Lama, Toko Alaska dan Toko Lavita Pengayoman, Bintang Veteran dan Pengayoman, Toko Galael Hasanuddin dan sekitaran Pasar Butung.

Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya Irham Syah Gaffar menuturkan bahwa daerah tersebut menjadi titik utama dalam penerapan kebijakan penerapan parkir insidentil hingga penindakan rutin dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Perumda Parkir Makassar Raya.

"Masyarakat ini kurang paham terkait lahan parkir ini, ini tidak semua bisa, karena jelas akan mengganggu arus lalu lintas kendaraan, kita atensi tujuh titik ini karena memang sudah lama bikin macet," kata Irham, Senin, 28 Juni 2021.

Lokasi tersebut telah bertahun-tahun menjadi penyebab kemacetan. Perumda Parkir acap kali melakukan mediasi dengan pemilik toko didampingi pemerintah kecamatan setempat namun belum ada solusi

"Tujuh titik ini kerap menimbulkan kemacetan karena tingkat pengunjungnya itu sudah tidak sesuai lahan parkir yang disediakan, sehingga orang parkirmi di pinggir jalan," ujarnya.

Sementara itu, Humas Perumda Parkir Makassar Raya Asrul mengatakan penindakan dari TRC Perumda parkir akan terus dimassifkan di titik tersebut.

"Jadi intens memang kita lakukan tiap minggu di sana, kadang tiga bahkan sampai empat kali karena memang lokasi ini sudah cukup parah. Kemarin saja ada puluhan yang kita sudah tegur langsung," katanya.

Tak hanya masyarakat, Asrul mengatakan pihaknya juga melakukan teguran kepada Juru Parkir (Jukir) yang tidak becus menata perparkiran dan melakukan pembiaran masyarakat untuk parkir sembarangan.

"Sejak Ramadan kemarin itu kita sudah layangkn surat teguran ke 30 Jukir, mereka kita suruh biat pernyataan," katanya.

Asrul mengatakan tujuh lokasi tersebut membutuhkan solusi komprehensif dari pemerintah.

Pasalnya tingkat kunjungan ke daerah tersebut terus mengalami peningkatan, ditambah tingkat kendaraan di Makassar juga terus tumbuh. Alhasil kemacetan tiap hari kian parah.

"Jadi untuk lokasi-lokasi seperti ini kita layangkan teguran, termasuk di beberapa titik-titik lain. Kadang kita turun juga bersama tim gabungan. Kita lakukan penggembokan hingga penilangan, kayak kemarin di Ahmad Yani, karena memang itu jalan sudah jelas merupakan areal larang parkir, maka langsung saja digembok dan ditilang," tutupnya.