Terkini.id, Jakarta – Guru Besar Universitas Pertahanan, Profesor Salim Said mengatakan bahwa tak ada bukti kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) saat ini.
Namun, Prof Salim menegaskan bahwa masyarakat punya ingatan soal PKI dan organisasi itu juga punya rekam jejak (track record).
Hal itu ia ungkapkan dalam video berjudul “Salah Satu Beban Jokowi Itu Dituduh PKI!” yang tayang di kanal YouTube Refly Harun pada Rabu, 22 September 2024.
Awalnya, Refly Harun sebagai tuan rumah menyinggung adanya isu kemunculan PKI gaya baru seperti sering diungkap oleh mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
“Gatot Nurmantyo itu ngotot sekali mengatakan bahwa komunisme gaya baru itu sedang bangkit,” kata Refly, dilansir dari GenPI.
Prof Salim Said lalu menanggapi bahwa isu kemunculan komunisme atau PKI gaya baru itu kembali ke penafsiran setiap orang.
Namun, ia menyinggung bahwa selama ini, berdasarkan catatan sejarah, PKI memang pintar bersembunyi di dalam kekuasaan.
Bukan hanya, kata Profesor Salim, PKI juga piawai menggunakan tangan kekuasaan untuk kepentingan kelompoknya.
"Kalau mempelajari sejarah, menjelang Gestapu itu PKI pintar berada bersembunyi di dalam kekuasaan dan menggunakan tangan kekuasaan untuk kepentingan-kepentingan PKI," ungkapnya.
Prof Salim mencontohkan cerita komunis yang mampu masuk ke dalam kekuasaan dan menggunakan kekuasaan sejak masa kepemimpinan Soekarno.
Namun, menurutnya, jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, memang belum ada bukti yang menegaskan soal kebangkitan PKI atau adanya paham komunis.
“Kan kita tidak punya, belum punya bukti tapi kan punya ingatan, ada track record,” tandas Profesor Salim Said.










