Terkini.id, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI (Menkopolhukam), Mahfud MD menyebut kritikan bagi pejabat publik itu penting dalam kehidupan bernegara.
Setidaknya ada dua alasan mengapa kritikan dibutuhkan. Pertama agar pengawasan oleh masyarakat luas dapat berjalan, sehingga kita bisa menjaga kebijakan yang dibuat.
Kedua agar bisa terjadi argumentasi data antara pengkritik dan pejabat yang dikritik. Sehingga bisa diketahui letak kesalahan yang ada.
Hal tersebut di sampaikan Menkopolhukam melalui akun twitter @mohmahfudmd Kamis 6 Januari 2022.
“Minimal 2 alasan, mengapa kritik itu penting bg pejabat publik: 1)- Agar kita tahu bhw kita diawasi oleh orng bnyk; 2)- Agar kita bs menjelaskan dgn data jika isi kritik itu salah.” cuit Mahfud MD.
Tapi dia juga mengingatkan bahwa pengkritik harus selalu siap apabila dibantah. Dan dikritik balik dengan apa yang disampaikannya. Serta tidak menyerang dengan tuduhan personal sebagai antikritik.
“Yg penting pengritik hrs siap dikritik balik. Jgn menuding yg menjawab kritik sbg orng antikritik.” lanjutnya dalam kicauannya.

Pernyataan tersebut diamini oleh netizen tanah air. Akun @Bambang77197468 menambahkan kritikan itu beda dengan nyinyir, penghinaan, kebencian dan fitnah. Ia juga menambahkan kritikan harus dibarengi dengan solusi membangun.
“Kritik berbeda jauh dgn : nyinyir, menghina, benci, fitnah. Org pintar apabila mengkritik sell menyertai solusi. Bkn Oposan tapi Oplosan. Tergantung siapa yg bayar. Sampai2 oknum ulama pun menghina Presiden dan Kasad dibiarkan berlarut2 So..?!” balas akun tersebut.










