Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menekankan kembali bahwa Indonesia tidak perlu impor jagung maupun kedelai karena menurutnya, Indonesia adalah negeri yang subur dan bisa ditanami jagung sehingga tidak perlu impor.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa pentingnya menggunakan barang dan jasa produk dalam negeri dalam segala bidang usaha.
Jokowi mengaku jengkel ketika mendengar Indonesia masih melakukan impor jagung dan juga kedelai, dia mengatakan harus segera disiapkan kapasitas produksi nasional sebagai pengganti barang-barang impor.
“Kita buat kebijakan yang berpihak bagi industri substitusi impor, yang memproduksi kebutuhan dalam negeri”, kata Presiden Jokowi, dikutip dari laman Viva.co.id, Jumat 29 April 2022.
“Misalnya jagung masih impor, tanam jagung. Kenapa menanam jagung dimanapun juga bisa tumbuh. Kenapa masih impor”, sambungnya.
Tak hanya impor jagung yang menjadi sorotan Jokowi, namun dia juga menyoroti kedelai yang masih impor. Dia mengatakan seharusnya Indonesia bisa memproduksi sendiri kedelainya karena negara Indonesia terkenal dengan kesuburannya.
“Kedelai kita juga masih impor, padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai. Lakukan ini kemudian dari pendampingan UMKM sehingga bisa naik kelas untuk memenuhi standar-standar global, standar-standar internasional”, katanya lagi.
Jokowi telah berkali-kali menyampaikan bahwa harus mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dibanding harus terus menerus melakukan impor.
“Pertama, ini sudah dua kali saya sampaikan bekerja fokus untuk peningkatan tingkat komponen dalam negeri TKDN. Artinya belanja barang, modal dan jasa harus diarahkan kepada pembelian produk-produk dalam negeri”, ujar Jokowi.
Dia menambahkan bahwa potensi belanja barang, modal dan jasa di pusat ini cukup besar yakni sekitar Rp 526 triliun di Pemerintah pusat dan di daerah sebesar Rp 535 triliun.
“Artinya total sudah Rp 1.062 triliun, plus BUMN Rp 420 triliun. Ini angka yang besar sekali. Jangan samoai ini dibelanjakan untuk barang-barang impor, sehingga produksi dalam negeri tidak berkembang meningkat. Arahkan semuanya pembelian ke produk-produk dalam negeri”, tandasnya.










