Sebut Ada Money Politik di Pilpres, Pengamat: Bandar Akan Main!

Sebut Ada Money Politik di Pilpres, Pengamat: Bandar Akan Main!

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai bahwa dalam pertarungan Pilpres, ada permainan politik uang alias money politik.

Pengamat Ujang Komarudin menilai bahwa bandar politik uang itu nyata dan benar adanya.

Sebab, biaya untuk maju menjadi calon presiden memerlukan uang yang tidak sedikit.

"Mau Pileg, Pilkada, apalagi Pilpres. Pastinya membutuhkan biaya yang besar. Karena itu, bandar-bandar yang ada di belaknag itu akan bermain," ujar Ujang dikutip dari GenPi, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Ia mengatakan dengan blak-blakan bahwa bandar-bandar tersebut yang akan menjadi penentu dalam konteks persaingan pilpres.

Tidak sampai di situ, Ujang juga membeberkan bahwa dirinya mendapatkan kabar menghebohkan.

"Saya dapet kabar adasalah satu pengusaha batubara di Kalimantan sudah menyiapkan uang 5 triliun untuk membayar lembaga survei dan bermain di pilpres. Saya tidak menuduh, ya," katanya.

Ia pun menambahkan bahwa hal tersebut berujung pada bargaining dan meminta jatah Menteri.

Bahkan, dia juga mengaku belum lama ini sempat ketemu dengan pengusaha yang membiayai 30 persen anggota DPR.

"Bayangkan? Ya tapi inilah yang menjadi masalah dalam demokrasi kita hari ini," ucapnya.

Ujang dengan tegas mengatakan bahwa apa yang disampaikannya bukanlah omong kosong.

"Mereka mengaku sendiri punya orang di DPR dan membiayai pilkada dan pilpres. Itu bukan omong kosong," imbuhnya.

Atas dasar itu, menurut Ujang Komarudin, Pilpres tidak bisa lepas dari pertarungan finansial dan bandar-bandarnya.