Sebar Hoaks Soal Kabareskrim Agus Andrianto, Ismail Bolong Mengaku Diancam

Sebar Hoaks Soal Kabareskrim Agus Andrianto, Ismail Bolong Mengaku Diancam

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ismail Bolong lewat video pernyataannya meminta maaf kepada Komjen Pol Agus Andrianto usai sebar kabar bohong alias hoaks terkait pengakuannya telah memberi uang senilai Rp 6 miliar kepada Kabareskrim Polri itu.

Sebelumnya, Ismail Bolong mengaku memberikan uang senilai Rp 6 miliar kepada Kabareskrim Agus Andrianto terkait kegiatan tambang batu bara ilegal yang dilakukan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Terkait kegiatan yang saya laksanakan, saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim, yaitu ke Bapak Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali. Yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp 2 miliar, bulan Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp 2 miliar," kata Ismail dalam video pengakuannya yang viral tersebut.

Usai videonya itu viral, Ismail pun lewat video klarifikasinya yang beredar di publik meminta maaf kepada Kabareskrim Agus Andrianto soal pengakuannya itu.

Ia pun memastikan bahwa pengakuannya dalam video viral sebelumnya adalah tidak benar alias hoaks.

"Saya mohon maaf kepada Kabareskrim atas berita viral saat ini yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar," ungkap Ismail Bolong seperti dilihat dalam video klarifikasinya yang diunggah akun @ctrwr886, Minggu 6 November 2022.

Ismail pun memastikan bahwa dirinya tidak pernah berkomunikasi apalagi memberi uang tersebut kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

"Saya pastikan, saya tidak pernah komunikasi ke Kabareskrim apalagi memberikan uang dan saya tidak kenal (Komjen Agus Andrianto)," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ismail mengatakan bahwa pada bulan Februari dirinya didatangi anggota Paminal Mabes Polri untuk membuat sebuah testimoni terhadap Komjen Agus Andrianto.

"Saya perlu jelaskan bahwa pada Februari datang anggota Mabes Polri dari Paminal memeriksa saya untuk membikin testimoni kepada Kabareskrim dengan penuh tekanan," tuturnya.

Ketika didatangi anggota Paminal, Ismail Bolong mengaku diancam akan dibawa ke Mabes Polri apabila dirinya tidak mau membuat testimoni terkait Kabareskrim Agus Andrianto.

"Brigjen Hendra pada saat itu saya komunikasi lewat Paminal dengan mengancam akan bawa ke Jakarta kalau tidak mau melakukan testimoni," ujarnya.