Salah Unggah Gambar Sirkuit, Akun Twitter Jokowi Jadi Nyinyiran Netizen! Langsung Hapus Postingan

Salah Unggah Gambar Sirkuit, Akun Twitter Jokowi Jadi Nyinyiran Netizen! Langsung Hapus Postingan

Merry Lestari

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Akun Twitter Presiden Jokowi baru-baru ini jadi bahan nyinyiran netizen, dan ramai diperbincangkan.

Diketahui sebelumnya akun Presiden RI tersebut sempat mengunggah sirkuit Portugal yang ditulis jadi Mandalika.

Awalnya akun Twitter Jokowi itu mengunggah video ilustrasi tentang sirkuit Mandalika dengan disertai caption mengenai keindahan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain itu, ada juga ilustrasi Jokowi saat sedang mengendarai motor.

Tak hanya itu, video itu juga menampilkan beragam ilustrasi keindahan dari Pulau Lombok, NTB.

Dalam penjelasannya, Jokowi menyebut siapa pun yang datang ke Lombok akan terpesona oleh keindahan alamnya.

"Lombok bukan hanya Mandalika, lokasi sirkuit balap kelas dunia. Siapa pun yang berkunjung ke Lombok, NTB, akan terpesona oleh bentang alamnya, dari laut sampai gunung. Pantai Tangsi, Gili Trawangan, Gunung Rinjani, Sendang Gile, Bukit Merese, desa-desa adat, dan sebagainya," tulis akun Twitter @jokowi, dikutip dari detiknews, Selasa, 18 Januari 2022.

Beragam reaksi kemudian muncul. Salah seorang netizen bahkan mengoreksi bagian yang ditampilkan dalam video ilustrasi Jokowi bukanlah Mandalika.

Netizen tersebut menduga sirkuit yang ditampilkan di video ilustrasi itu sama dengan sirkuit di Portugal.

Setelah ramai diperbincangkan, postingan video ilustrasi di akun Twitter Jokowi itu hilang kemudian.

Menanggapi hal itu, PKS mengatakan seharusnya pihak pengelola meminta maaf.

"Salah itu, gentle aja minta maaf," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin, 17 Januari 2022.

Meski demikian, Mardani menilai wajar jika ada kesalahan tidak disengaja. Menurutnya, hal itu harus ditindaklanjuti dengan meminta maaf, bukan menghapus postingan yang jelas-jelas sudah banyak dilihat publik.

"Mesti hati-hati. Tapi kadang wajar ada kesalahan. Asal tidak disengaja. Minta maaf aja. Jangan dihapus. Namanya khilaf," ucapnya.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Kesekretariatan Presiden terkait hal tersebut.

Bahkan detikcom sudah mencoba menghubungi Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, hingga stafsus Mensesneg Faldo Maldini untuk meminta penjelasan mengenai postingan Jokowi itu.

Namun sampai saat ini belum ada pernyataan yang disampaikan.