Sadis, Pemuda di Bantaeng Bunuh Ayah, Ibu dan Saudara Kandungnya, Satu Terluka

Sadis, Pemuda di Bantaeng Bunuh Ayah, Ibu dan Saudara Kandungnya, Satu Terluka

Isak Pasabuan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Seorang pemuda inisial AK (30 tahun) warga Ereng-ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) nekad membunuh orang tuanya serta saudara kandungan sendiri dengan cara ditusuk menggunakan sebilah pisau.

AK menghabisi nyawa ayahnya bernama Baddu (77 tahun), ibunya bernama Sadia (69 tahun), juga saudara kandungnya bernama Sitti Saleha, serta melukai satu saudara perempuan lainnya bernama Husnul Amaliah (22 tahun).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan yang dikonfirmasi terkait peristiwa sadis itu mengatakan saat ini pihaknya sudah mengamankan pelaku. Dimana pelaku sendiri diindikasi mengalami gangguan jiwa alias orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Benar, hari ini Selasa tanggal 26 Oktober 21 di Kabupaten Bantaeng telah terjadi penyerangan yang dilakukan oleh seseorang inisial AK umur 30. Saat ini diindikasikan mengalami gangguan jiwa melakukan penyerangan terhadap kedua orang tuanya bersama saudari tirinya yang mengakibatkan tiga orang tersebut meninggal dunia," kata Zulpan saat wawancara.

Pelaku sendiri disebut sudah diamankan Resmob Polres Bantaeng guna dilakukan pemeriksaan. Termasuk pemeriksaan kejiwaan terhadap AK kata Zulpan akan digelar.

"Saat ini tersangka sudah kita amankan di Reskrim Polres Bantaeng dan saat ini dilakukan pemeriksaan, termasuk kejiwaannya," sebutnya.

Zulpan menjelaskan, dari keterangan para saksi termasuk tetangga korban sendiri menyebut jika AK mengalami riwayat gangguan kejiwaan.

"Kita mendapat informasi dari para saksi lain termasuk tetangga bahwa terduga pelaku ini memiliki riwayat gangguan kejiwaan," jelasnya.

"Namun demikian untuk kepentingan peyelidikan nanti kita akan lakukan asesmen dan periksa ulang terhadap kejiwaannya. Apakah ini benar atau tidak," tambahnya.

Adapun terkait kondisi terkini, Zulpan mengatakan korban masih berada di rumah sakit, termasuk tempat kejadian perkara (TKP) sudah dipasangi garis polisi guna penyelidikan lanjutan.