Saat Mendengar Kata Jokowi, Salim Said: Dasarnya Orang Baik, Ia Tidak Berkuasa!

Saat Mendengar Kata Jokowi, Salim Said: Dasarnya Orang Baik, Ia Tidak Berkuasa!

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Seorang akademisi bernama Profesor Salim Haji Said atau Salim Said menyebut bahwa Presiden Jokowi merupakan orang baik, akan tetapi tidak memiliki kuasa meskipun sebagai Presiden.

Hal itu diungkapkan oleh Salim Said dalam diskusi yang tayang di kanal Youtube Karni Ilyas Club dengan tajuk 'REUNI ALUMNI ILC - SATU TAHUN KARNI ILYAS CLUB' Sabtu, 25 September 2021 kemarin.

Selain Salim Said, ada beberapa tokoh yang turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, ekonom Rizal Ramli, budayawan Sudjiwo Tedjo dan eks Menkes Siti Fadillah Supari.

Awalnya, Salim Said menerima sebuah pertanyaan untuk menyebutkan tiga kata pertama yang terpikir saat mendengar nama Jokowi diucapkan.

"Tiga kata yang terpikir, saya pikir ketika mendengar nama Pak Jokowi," ucap dia membacakan pertanyaan seperti dikutip dari Galamedia, Senin, 27 September 2021.

Pertanyaan tersebut bahkan sempat dipertegas oleh seniman Sudjiwo Tedjo.

"Apa yang muncul di kepala begitu mendengar kata Pak Jokowi," kata Sudjiwo Tedjo.

Salim Said lalu menjawab dan mengatakan bahwa pada dasarnya Jokowi adalah orang baik.

"Satu Pak Jokowi kitu pada dasarnya orang baik," ucapnya.

Lalu, ia juga mengatakan bahwa Jokowi saat ini tidak memiliki kuasa.

"Kedua Pak Jokowi itu tidak berkuasa," ucapnya lagi disebut gelak tawa.

Sehingga Salim, dengan Jokowi yang seolah tak berkuasa menjadikan di Indonesia terus merajalela oligarki yang mengatur.

"Karena itu merajalela oligarki yang mengatur," jelasnya.

Ia lantas menambahkan bahwa Jokowi memang berkuasa secara legitimasi tetapi orang yang mengatur di baliknya adalah orang oligarki.

"Legalitas dipegang Pak Jokowi, tetapi orang yang mendorong-dorong dia, mengatur dibaliknya adalah orang-orang yang saya sebut oligarki," ujarnya.

Sebab itu, Guru Besar Universitas Pertahanan ini tak sepakat apabila Jokowi akan menjabat tiga periode.

"Jadi oleh sebab itu saya menolak perpanjangan tiga masa jabatan," tegasnya.