Terkini.id, Jakarta – Ekonom Senior, Rizal Ramli baru-baru ini menyinggung mengenai reformasi ABRI yang dilakukan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Terkait hal ini, Rizal Ramli secara blak-blakan mengatakan saat ini Polisi dijadikan alat politik untuk yang berberkuasa.
Narasi Singgungan Rizal Ramli mengenai reformasi ABRI yang dilakukan oleh Gus Dur, dia mengatakan saat itu TNI dan Polri dipisahkan dengan harapan netral hingga tidak main politik.
Namun Rizal Ramli dalam narasinya, lantas menyinggung polisi yang ia sebut sudah menajdi alat politik kekuasaan.
“Saat Gus Dur melakukan reformasi ABRI, termasuk memisahkan Polisi dan TNI: Polisi diharapkan netral, tidak main politik, jadi pengayom masyarakat. Tapi makin kesini Polisi semakin jadi alat politik untuk yang berkuasa, semakin brangasan, menonjol sebagai kekuatan pemukul bukan pengayom”, kata Rizal Ramli, dikutip dari cuitannya, Senin 15 Agustus 2022.

Menurutnya, salah satu kunci penting membenahi Polri yakni dengan menerapkan sistem seleksi dan promosi.
Kendati demikian, menurutnya sistem seleksi dan promosi Polri bukan lagi menjadi rahasia jika tidak kompetitif.
“Salah satu kunci penting pembenahan Polri adalah sistem seleksi dan promosi! Bukan rahasisa lagi, sistim seleksi dan promosi Polri tidak kompetitif, tergantung setoran dan koneksi”. Ujara Rizal Ramlu.

Menurutnya, jika sistem itu telah dibenahi oleh Polri, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan punya polisi yang berkarakter dan lebih profesional”, lanjutnya.
Terkait narasi singgungan Rizal Ramli, hingga berita ini diterbitkan belum ditemukan tanggapan dari pihak kepolisian mengenai hal ini.
Seperti diketahui, pada saat Gus Dur memimpin Indonesia, dia telah memisahkan Polisi Republik Indonesia dari tubuh polri, meskipun masa jabatannya terbilang pendek yakni dimulai tahun 1999 hingga tahun 2000.










