Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menanggapi pendapat yang menyebut bahwa ritual yang dilakukan Pawang Hujan merupakan kesyirikan dan mengundang azab.
Melalui akun Twitter pribadinya, ia menyinggung soal Tsunami yang pernah melanda Aceh pada 2004 lalu.
Ia bertanya apakah Tsunami Aceh tersebut juga merupakan sebuah azab kepada masyarakat Aceh yang rakyat dan pemimpinnya dikenal alim.
“Maaf cuma nanya. Kejadian tsunami di Aceh pada tahun 2004 hingga ada ratusan ribu korban meninggal itu apakah adzab, bu dokter?” kata Yusuf Muhammad.
“Soalnya setahu saya Aceh itu orangnya taat dan alim-alim. Para pemimpinnya juga sangat islami,” sambungnya.
Dalam cuitan yang ditanggapi Yusuf Muhammad, pengguna akun @DokterTifa menanggapi gambar seorang Pawang Hujan sedang melakukan ritual di depan sesajen di wilayah Sirkuit Mandalika.
@DokterTifa menilai bahwa hal yang dilakukan Pawang Hujan tersebut merupakan bentuk kesyirikan yang mengundang azab.
Ia mengatakan bahwa azab yang timbul dari ritual tersebut bukan hanya akan menimpa penguasa, namun juga semua rakyat.
“Kalau kesyirikan seperti ini terus saja dibiarkan. Azabnyab bukan cuma menimpa Penguasa tapi juga semua rakyatnya lho,” katanya.
Sebagaimana diketahui, penggunaan jasa Pawang Hujang di acara MotoGp Mandalika 2022 menjadi sorotan netizen.
Dilansir dari Detik News, Pawang Hujan yang jasanya dipakai itu bernama Rara Isti Wulandari atau Mbak Rara.
Salah satu ritual yang dilakukan Rara saat sesi latihan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah adalah pada Jumat, 18 Maret 2022.
Saat itu, Rara melakukan aksinya mengusir cuaca buruk dengan menggunakan baju warna hitam dan celana loreng serta helm proyek,
Saat melakukan ritual, terdapat sesajen berupa buah-buahan hingga kembang di sekitar Rara.
Selain itu, Rara juga membawa mangkuk sambil menengadah ke langit.










