Terkini.id, Jakarta - Dokter ahli forensik Polri, yakni Sumi Hastry, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan bahwasanys polisi kalah dari pelaku pembunuhan Subang.
Seperti diketahui, sebelumnya memang banyak netizen yang menyampaikan kekesalan lantaran lamanya kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang diusut.
Bahkan beberapa mulai menuding bahwasanya pihak kepolisian kemungkinan kalah dari pelaku Subang karena hingga saat ini belum juga terungkap.
Nah, terbaru, Sumi membantah hal tersebut dan menjelaskan beberapa hal, termasuk soal rekaman Danu merokok.
Ia bahkan dengan percaya diri menyampaikan dirinya menjamin seratus persen pelaku akan segera diumumkan pihak kepolisian.
Dalam sebuah penuturan terbaru, Sumi menyatakan bahwa polisi sudah mengantongi rekaman saksi-saksi yang merokok, termasuk Danu sekalipun.
Diketahui nama Danu memang sempat disorot publik karena DNA-nya ditemukan pada sebuah puntung rokok yang ada di dalam rumah TKP pembunuhan Tuti dan Amel, meskipun sebenarnya ketika itu ada banyak sekali puntung rokok di dalam TKP.
Dilansir terkini.id dari Hops pada Kamis, 25 November 2021, Hastry mengatakan hingga kini sudah ada puluhan saksi yang diperiksa.
Dari puluhan saksi itu, bisa jadi akan ada yang naik menjadi tersangka didasarkan bukti-bukti yang diperiksa.
Sejauh ini polisi memang dikatakan Hastry masih berhati-hati sebelum mengumumkan tersangka dalam waktu dekat.
"Harus ada pintu masuknya dulu, yang diyakini terlibat dalam tindak pidana tersebut," ungkapnya di kanal YouTybe Denny Darko.
Punya Rekaman Danu Merokok
Soal ditemukannya puntung di TKP, dr. Hastry memiliki jawaban tajam. Menurutnya, polisi sudah bisa memprofile siapa saja saksi-saksi yang merokok, termasuk Danu sekalipun.
Polisi diakuinya mempelajari itu saat melakukan interogasi para saksi. Tanpa disadari para saksi, polisi diam-diam melakukan perekaman tersebut.
"Profile orang merokok kan beda-beda, ada yang bisa habis. Ada yang tiga per empat. Lalu bagaimana dia menghabiskan rokok dan ternyata memang berbeda-beda.
Menurut sang ahli forensik, jika sewaktu-waktu salah satu saksi akan diumumkan oleh polisi, maka saksi tersebut tentu tak akan bisa mengelak.
"Karena ya memang cara merokoknya dia seperti itu dan kita ada rekamannya. Saya bocorkan, begitulah cara kerja polisi. Profilnya sudah ada, sampai pada merek rokoknya, sudah ada rekamannya."
Untuk itu, Hastry membantah jika polisi disebut kalah dengan pembunuh Subang. Sebab, polisi memang benar-benar mengumpulkan data scientific yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuwan demi dihadirkan lengkap di persidangan.
"Enggak kalah, kita sangat berhati-hati. Pelaku masih ada."
Lebih lanjut, menurutnya yang membuat agak lama kasus pengungkapan kasus ini, yaitu lantaran TKP memang terkontaminasi karena banyaknya pihak yang masuk ke sana.
Sebelum kejadian, rumah itu juga kerap didatangi oleh banyak orang, termasuk dari pihak yayasan.
"Tapi saya menjamin kasus ini akan segera diumumkan, seratus persen!"










