Terkini.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rapat paripurna dengan agenda penetapan alat kelengkapan DPRD dan penyampaian penetapan Pokir DPRD tahun 2023.
Rapat yang dilaksanakan di ruang Kula Babong pada Kamis 17 Februari itu dipimpin oleh Ketua DPRD Sikka dan Bupati setempat diwarnai kericuhan.
Kericuhan bermula setelah Ketua DPRD Sikka, Donatus David mengetuk palu untuk menskorsing Rapat Paripurna.
Setelah palu diketuk, salah satu anggota DPRD dari fraksi Nasdem, Yosef Nong Soni keberatan dan tidak menerima dengan sikap pimpinan DPRD yang langsung menutup sidang.
Pasalnya Yosef Nong Soni dan beberapa anggota DPRD lainnya masih ingin berbicara tetapi sidang langsung ditutup oleh ketua DPRD Sikka.
Hingga akhirnya ia berdiri sambil berteriak-teriak memprotes keputusan ketua DPRD Sikka. "kami fraksi lain belum baca kenapa dapat diskors.” ucapnya, seperti dikutip dari Sindonews.com.
Suasana dalam rapat paripurna pun menjadi kacau karena banyak intruksi dari anggota DPRD, sedangkan Ketua DPRD, Donatus David dan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo keluar meninggalkan ruangan sidang dan diikuti oleh pimpinan OPD lainnya.
Bupati Robi Idong pun keluar ruangan sambil mengatakan "DPRD itu kaya anak kecil saja, sidang juga pake ribut. Dan kalau mereka jago nantang saya, kita duel satu satu" ujarnya.
Mendengar kalimat tersebut membuat salah satu anggota DPRD yang ada di belakang Bupati kembali masuk ke dalam ruangan sidang dan menyampaikan apa yang ia dengar kepada anggota lainnya.
Akibatnya anggota DPRD lainnya mengamuk dan langsung keluar mengejar Bupati Sikka.
Sementara itu, di dalam ruangan ternyata ada salah satu anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Gorgonius Nago Bapa mengamuk karena tidak puas dengan sikap Bupati Sikka yang mengajak duel anggota DPRD.
Gorgonius Nago Bapa menjelaskan bahwa Bupati seperti sedang mengadu domba dan memanasi situasi rapat.
“Padahal reaksi dari anggota biasa. Pa Soni suara besar dan begitu ko Bupati seperti kompor-komporin suruh ketua lawan saja. Dia adu domba,” kata Us Bapa.
Untung saja anggota DPRD dari Fraksi Golkar ini ditahan oleh rekan sejawatnya. Sidang paripurna pun berakir ricuh.










