Terkini.id, Takalar - Gelaran Puncak Festival Sampah oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 106 wilayah Takalar 1 sukses dilaksanakan di Aula Gedung PKK Kabupaten Takalar.
Gelaran puncak ini mempersembahkan Seminar Peduli Lingkungan dan lomba tingkat pelajar SMA se-Kabupaten Takalar.
Festival sampah pada dasarnya merupakan program kerja mahasiswa KKN Unhas G-106 wilayah Takalar 1. Program ini memiliki beberapa sub kegiatan yakni program bank sampah, penyuluhan peduli sampah, sebar totebag, program 3R dan puncak festival sampah.
Puncak festival sampah ditandai dengan terlaksananya seluruh sub kegiatan dari program festival sampah ini.
Program bank sampah misalnya, sejak awal pelaksanaan KKN Unhas di wilayah Takalar 1, program bank sampah menjadi fokus utama para mahasiswa. Mulai dari mendirikan pos bank sampah hingga menunggu masyarakat membawa sampahnya untuk ditukar menjadi uang.
Bank sampah tersebut didirikan di Lingkungan Bone-Bone Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang di atas lahan kosong warga setempat.
Puncak festival sampah sebagai gelaran untuk mengevaluasi kinerja bank sampah tersebut. Selain itu, puncak festival juga sebagai ajang silaturrahim antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, komunitas pemuda dan para pelajar.
Gelaran puncak festival sampah turut dihadiri Ketua Penggerak PKK Kabupagen Takalar, Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Takalar, Dosen Pendamping, komunitas pemuda dan masyarakat umum.
Koordinator KKN Unhas G-106 Wilayah Takalar 1 menyebutkan gelaran ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan festival sampah.
"Puncak Festival Sampah yang digelar hari ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Festival Sampah KKN Unhas G-106 Wilayah Takalar 1. Gelaran puncak ini dilaksanakan setelah pelaksanaan proker bank sampah, penyuluhan dan program 3R yang dipusatkan di Lingkungan Bone-Bone sebagai rool model untuk wilayah lainnya," ujar Jayadi, Koordinator KKN Unhas G-106 Takalar 1, Rabu 4 Agustus 2021.
Seminar Peduli Lingkungan, Lomba Cipta Baca Puisi dan Lomba Orasi tingkat pelajar SMA/SMK/MA menjadi item kegiatan dalam gelaran puncak festival ini.
Seminar peduli lingkungan sendiri diisi oleh narasumber dari pihak DLH Kab. Takalar dan Komunitas PESPA.IDN yang berfokus dalam penanganan sampah di Takalar.
Sementara, untuk lomba tingkat pelajar SMA/SMK/MA se-Kabupaten Takalar, sedikitnya diikuti oleh 19 peserta dari 6 SMA/SMK/MA yang ada di Takalar.
"Seminar dan lomba tingkat pelajar diharapkan mampu menjadi momen untuk mengajak masyarakat Takalar peduli dan menyadari fenomena sampah hari ini," kata Jayadi, yang juga mahasiswa Fakultas Teknik Unhas itu.
Ketua Penggerak PKK Kabupaten Takalar, Dr. Hj. Irma Andriani, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyebutkan masalah sampah Kabupaten Takalar khususnya di Kecamatan Pattallassang memang sudah lama menjadi perhatian pemerintah yang hingga kini masih terus dilakukan penanganannya melalui program GEMA TASAMARA.
"Masalah sampah di Takalar khususnya di Kecamatan Pattallassang yang notabenenya sebagai pusat administrasi kabupaten, memang tidak ada habisnya. Kami dari pemerintah kabupaten, khususnya di lingkup PKK juga terus mengupayakan realisasi program GEMA TASAMARA, program ini sudah lama kami canangkan dan terus direalisasikan hingga hari ini," tuturnya.
Selain itu, kata Irma, pemerintah juga berharap upaya yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas G-106 Wilayah Takalar 1 terus dilaksanakan meskipun KKN telah selesai.
"Kami berharap, program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unhas ini terus berlanjut, terutama program bank sampah, kami siap memberikan support untuk program ini dan mendampingi mahasiswa yang notabenenya juga penduduk Takalar," pungkasnya.
Citizen Reporter : Yusran









