Puluhan Penyandang Disabilitas Asal Sulbar Dilatih Keterampilan di BRSPDF

Puluhan Penyandang Disabilitas Asal Sulbar Dilatih Keterampilan di BRSPDF

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id,Makassar - Sebanyak 20 orang Penyandang Disabilitas Fisik asal Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di bekali dan dilatih keterampilan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya  Makassar. Mereka Dilatih selama 20 hari dengan berbagai keterampilan, diantaranya keterampilan penjahitan, otomotif, elektronik, meubel, percetakan, tatarias, dan photografer. Setelah hampir sebulan lamanya, pelatihannya dinyatakan selesai dan dilakukan penamatan di Aula Gedung serba guna BRSPDF Wirajaya Makassar, Senin 1 Juli 2019. Para penyandang disabilitas asal Sulbar mengikuti program Loka Binakarya yang memang disiapkan oleh BRSPDF Wirajaya, dimana program ini merupakan program dalam bentuk kemitraan yang dikerjasamakan dengan Dinas Sosial Provinsi. Untuk tahun Anggaran 2019, BRSPDF Wirajaya menargetkan sebanyak 40 orang penyandang disabilitas yang akan diikutkan pada program Loka Binakarya, terdiri dari 20 Orang penyandang Disabilitas dari Sulbar, dan rencananya 20 orang Penyandang Disabilitas asal Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Kepala BRSPDF Wirajaya Makassar, Syaiful Samad dalam sambutannya mengatakan jika program ini bisa mendorong kemandirian teman-teman nantinya jika sudah berada dikampung halaman masing-masing. [caption id="attachment_161049" align="alignnone" width="1040"]Puluhan Penyandang Disabilitas Asal Sulbar Dilatih Keterampilan di BRSPDF Salah satu karya sekaligus menjadi kenang-kenangan penyandang disabilitas asal Sulbar yg mengikuti program Loka Binakarya di BRSPDF Wirajaya, yakni pembuatan Gazebo smoking area di kantor BRSPDF Wirajaya[/caption] Syaiful juga berharap jika program Loka Binakarya ini sama kualitasnya dengan program layanan Rehabilitasi sosial reguler yang diberikan selama ini oleh BRSPDF Wirajaya. Bahkan Syaiful berharap, jika model program ini tetap ada di masa-masa yang akan datang. "Program Loka Binakarya mesti dipertahankan, jika perlu dengan menggunakan metode yang sama, atau bisa juga program Loka Binakarya dilaksanakan diluar Balai, nanti sumber daya Balai yang didorong keluar untuk memberikan layanan rehabilitasi sosial,” jelas Syaiful. Sementara itu, salah satu peserta program Loka Binakarya asal Kabupaten Pasangkayu yang dulunya bernama Kabupaten Mamuju Utara, Harianto menyambut baik kegiatan ini. Harianto yang memilih keterampilan Percetakan berharap dengan bekal yang ia dapatkan selama mengikuti program Loka Binakarya bisa menjadi modal dasarnya untuk merintis usaha Percetakan  yang menjadi impiannya. “Saya mengikuti kegiatan ini, dengan harapan mendapat bekal keterampilan untuk mendirikan usaha percetakan dikampungku,” ujar Harianto.