PSM Makassar Tarik Nafas Panjang di Tengah Padatnya Kompetisi

PSM Makassar Tarik Nafas Panjang di Tengah Padatnya Kompetisi

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id – Jeda internasional Super League 2025/2026 seakan menjadi anugerah bagi PSM Makassar.

Klub ini harus menarik nafas panjang setelah ritme padat sepanjang September membuat skuad mereka kelelahan.

Pelatih Bernardo Tavares tak menutupi kondisi yang tidak ideal.

Sejumlah pemain andalan harus tampil sambil menahan sakit, sementara daftar cedera terus bertambah.

“Neto bermain dalam keadaan sakit,” katanya. Situasi ini membuat pemulihan jadi prioritas utama.

Namun, masalah PSM bukan hanya soal padatnya jadwal. Tim berjuluk Juku Eja itu menunjukkan ketergantungan besar pada pemain inti.

Absennya Abu Kamara, Akbar Tanjung, atau Reza Arya Pratama kerap membuat permainan pincang. Daisuke Sakai dan Dzaky Asraf yang cedera menambah daftar kelemahan.

Hasil imbang tanpa gol melawan PSIM Yogyakarta, 27 September lalu, memperlihatkan betapa rapuhnya serangan PSM saat beberapa pilar absen.

Selama ini, Tavares lebih sering memaksakan pemain inti tetap diturunkan ketimbang memberi menit bermain lebih pada pelapis muda.

Jeda 21 hari hingga 19 Oktober nanti memberi kesempatan bagi PSM untuk menyembuhkan luka.

Tapi tanpa solusi soal ketergantungan pada segelintir nama, PSM berisiko kembali terjebak dalam siklus yang sama -- menguras tenaga para bintang, lalu kehilangan daya tempur di saat genting.

Kompetisi berhenti sementara karena Timnas Indonesia menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jeddah, melawan Arab Saudi (9 Oktober) dan Irak (12 Oktober). (*)