Terkini.id, Makassar – Progres Proyek Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP) di KotaMakassar telah mencapai progres 95 persen. Program ini, yang dikenal sebagai sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat, akan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan kota ini.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengungkapkan pembangunan proyek ini melibatkan pembangunan IPAL (waste water treatment plant) dengan teknologi moving bed biofilm reactor (MBBR) dan pemasangan jaringan perpipaan sepanjang 6,8 kilometer.
IPAL tersebut dibangun dengan kapasitas besar, yaitu 16.000 m3/hari, dan dapat melayani sekitar 22.000 sambungan dari konsumen rumah tangga, rumah sakit, pertokoan, dan perkantoran. Saat ini, sebagian IPAL telah beroperasi dengan kapasitas 1.200 m3/hari.
Danny Pomanto menyatakan bahwa proyek senilai Rp948 miliar dari Kementerian PUPR bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air limbah terpadu di kawasan perkotaan Makassar dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.
“Dengan sistem ini, limbah cair domestik dari rumah tangga dan instansi akan dialirkan melalui instalasi perpipaan ke IPAL, menggantikan penggunaan truk tinja,” kata Danny Pomanto, Kamis, 3 Agustus 2023.
Menurutnya, sistem ini akan mengolah limbah hingga mencapai kualitas air yang aman bagi lingkungan, mengurangi kandungan oksigen pengurai bakteri air, serta mampu menghilangkan nitrogen.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, telah meninjau proyek IPAL di Makassar dan menyatakan bahwa sistem serupa juga akan diimplementasikan di empat kota lainnya, yaitu Palembang, Jambi, dan Pekanbaru.
Dalam kunjungannya, Menteri Basuki mengingatkan untuk menjaga kebersihan dan kerapihan area proyek yang hampir selesai. Ia juga mendorong untuk memperbanyak penghijauan sekitar IPAL setelah proyek selesai.
“Nanti setelah selesai jangan lupa dirapihkan (sisa pengerjaan IPAL). Kalau ada sisa-sisa material dikeluarkan. Mohon untuk mulai ditanami pohon yang rindang dari sekarang,” kata dia.
Proyek sistem pengelolaan air limbah domestik terpadu ini diharapkan akan mengangkat kualitas lingkungan di Makassar dan memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan kota.










