Terkini.id, Jakarta – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan warga yang keluar dari rumah tapi belum divaksin.
Duterte memang telah memperketat pembatasan sosial di Ibu Kota Manila dan beberapa provinsi dan kota lainnya. Aturan pembatasan baru mewajibkan setiap orang yang tidak divaksinasi untuk tinggal di rumah.
“Karena ini dalam keadaan darurat nasional, adalah posisi saya bisa menahan orang-orang yang belum divaksinasi,” ujar Duterte dikutip dari Cnnindonesia.com Minggu 9 Januari 2022.
“Saya pun sekarang memberi perintah kepada (kepala desa) untuk mencari orang-orang yang tidak divaksinasi dan memerintahkan mereka, jika boleh, untuk tetap tinggal di dalam rumah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Duterte menegaskan bagi mereka yang tidak mengikuti aturan yang ditetapkan, akan ditangkap.
“Bila dia menolak dan keluar rumah dan berkeliaran di masyarakat atau mungkin di mana-mana, dia bisa ditahan. Jika dia menolak maka (pejabat) diberi wewenang untuk menangkap orang-orang nakal itu,” tegas Duterte.
Aturan baru ditetapkan setelah jumlah infeksi Covid-19 meningkat tiga kali lipat dalam dua hari terakhir di Filipina yang diperparah dengan penyebaran varian Omicron.
Pejabat kesehatan mengatakan infeksi diproyeksikan meningkat lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang dan akan mencapai puncaknya pada akhir Januari.
Duterte mengaku terkejut dengan banyaknya orang Filipina yang belum divaksinasi.
“Jika Anda tidak mendapatkan suntikan vaksin, Anda membahayakan semua orang dengan virus Corona terus mengancam masyarakat kita, di negara ini, dan di dunia,” katanya.
Infeksi baru melonjak menjadi lebih dari 17.000 dalam sehari pada Kamis 7 Januari 2022. Jumlah itu meningkat lebih dari tiga kali lipat dua hari sebelumnya.
Covid-19 telah menginveksi 2,9 juta orang di negara itu, hampir 52.000 di antaranya meninggal dunia.










