Ungkit Penganiayaan terhadap Guntur Romli dan Ade Armando, Politisi PSI: Ancaman Radikalisme pada Bangsa Ini Nyata Adanya

Ungkit Penganiayaan terhadap Guntur Romli dan Ade Armando, Politisi PSI: Ancaman Radikalisme pada Bangsa Ini Nyata Adanya

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, JakartaPolitisi PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Sigit Widodo mengungkit kasus penganiayaan terhadap Guntur Romli dan Ade Armando.

Sigit Widodo menilai bahwa dua kasus penganiayaan ini merupakan bukti nyatanya ancaman radikalisme pada bangsa Indonesia.

“Penganiayaan pada Bro Guntur Romli dan aktivis Aliansi Kebangsaan dilakukan oleh FPI pada Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2008,” kata Sigit Widodo melalui akun Twitter @sigitwid, seperti dikutip Terkini.id pada Sabtu, 24 Juni 2022.

“Walaupun FPI sudah dibubarkan, pada 11 April 2022 kelompok radikal kembali melakukan penganiayaan, kali ini korbannya Ade Armando,” sambungnya.

“Jadi ancaman radikalisme pada bangsa ini nyata adanya,” katanya lagi.

Sigit Widodo menilai bahwa kelompok radikal menyerang kelompok pendukung demokrasi, kebebasan berpendapat, toleransi, dan kebhinekaan.

“Mereka menyerang kelompok dan aktivis pendukung demokrasi, kebebasan berpendapat, toleransi, dan kebhinekaan,” katanya.

Ditelusuri Terkini.id, Guntur Romli pernah melaporkan kasus tindak kekerasaan terhadap dirinya pada Rabu, 24 September 2008.

Ketika itu, Guntur Romli aktif sebagai aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Dilansir dari Kompas, Guntur datang ke Polda Metro Jaya bersama aktivis perempuan, Nong Darol untuk mengadukan tindak kekerasan yang mereka alami dalam sidang insiden Monas 1 Juni dengan terdakwa Habib Rizieq dan Munarman di PN Jakarta Pusat.

Guntur Romli disebut mengalami pemukulan ketika menjadi saksi dalam sidang insiden Monas dengan terdakwa beberapa Laskar Pembela Islam (LPI) pada Senin, 22 September 2008.

Sementara itu, Nong Darol disebut mengalami pemukulan dan pelecehan seksual oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) yang hadir dalam persidangan Rizieq dan Munarman.

Adapun pegiat media sosial dan dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando babak belur dianiaya sekelompok orang yang ikut dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPR pada Senin, 11 April 2022.

Dilansir dari Berita Satu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Endra Zulpan ada empat orang adalah yang diduga menjadi penganiaya Ade Armando, yakni AP, TSB, DUH, dan AL.

“Iya, itu yang sudah teridentifikasi sebagai pelaku pemukulan,” kata Zulpan pada Senin, 11 April 2022.