Terkini.id, Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru-baru ini membuat pernyataan bahwa bukan sebuah hal yang mustahil jika Pemilu 2024 ditunda.
Selain itu, PKB mengatakan jika partainya siap lahir batin berpartisipasi dalam pemilu kapanpun akan dilaksanakan, apakah itu dimajukan atau tetap dilaksanakan pada 2024 mendatang.
Menanggapi pernyataan PKB, netizen pun mengatakan jika mungkin kesiapan yang dimaksud oleh PKB adalah kesiapan dalam menampung dana.
“Siap nampung dana?”, komentar akun @Bram***, dikutip dari kolom komentar akun Twitter @democrazymedia, Kamis 3 Maret 2022.

Pertanyaan netizen tersebut erat kaitannya dengan kasus korupsi yang menyeret nama ketua umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Cak Imin diduga kuat terlibat dalam pusaran tiga kasus korupsi yang belum diusut hingga saat ini.
Sebagai informasi, kasus korupsi pertama yang menyeret nama Cak Imin yakni, dugaan suap pengucuran dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (DPPID) Kemnterian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), yang kini berubah menjadi nama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah dan Transmigrasi.
Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada agustus 2011 silam. Kasus kedua yakni dugaan suap pembahasan anggaran untuk dana optimalisasi. Cak Imin disebut-sebut menerima uang sebesar 400 juta.
Kasus ketiga, yaitu kasus korupsi proyek pembangunan jalan yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui sebuah keterangan tertulisnya menyampaikan jika mereka siap melaksanakan Pemilu entah itu diundur atau dilaksanakan tepat waktu.
“Terlepas dari dinamika yang terjadi, PKB selalu siap dalam mengikuti pelaksanaan pemilu, apakah nantinya akan tetap digelar pada 2024 atau jika karena keadaan tertentu sehingga pemilu terpaksa ditunda. PKB siap lahir batin, kapanpun pemilu digelar”, Kata Jazilul Fawaid.










