PKB Sambut Baik Permintaan Jokowi Soal Hentikan Politik Identitas: Kita ingin Pemilu yang Damai

PKB Sambut Baik Permintaan Jokowi Soal Hentikan Politik Identitas: Kita ingin Pemilu yang Damai

LA
Lilis Adilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Fraksi PKB Jazilul Fawaid mengatakan jika PKB sangat mengapresiasi pidato Presiden Jokowi yang meminta jangan lagi ada politik identitas.

Terkait hal ini, Jazilul Fawaid mengatakan jika pihaknya (PKB) menginginkan pemilu dilaksanakan secara damai.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB ini mengatakan imbauan Presiden Jokowi itu sangat penting disampaikan dan perlu diapresiasi.

Sebab menurutnya, pada Pemilu 2019 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 telah menciptakan polarisasi dan pembelahan yang sangat serius di masyarakat.

“PKB menyampaikan apresiasi di dalam pidato politik kenegaraan dalam sidang tahunan MPR RI, Presiden Jokowi menyampaikan imbauan kepada kita semua agar Pemilu mendatang tidak menggunakan politik identitas, politisasi agama, dan polarisasi sosial”, kata Jazilul Fawaid, dikutip dari laman RMOL.ID, Selasa 16 Agustus 2022.

Dia menyebut DPR, MPR RI, partai politik, para tokoh masyarakat dan masyarakat luas agar bisa bersama-sama mengajak dan merealisasikan apa yang diharapkan Presiden untuk menciptakan politik yang damai dan riang gembira.

“Kita ingin Pemilu yang damai, Pemilu yang riang gembira. Dari apa yang disampaikan Presiden tadi, memberikan kepastian bahwa Pemilu 2024 akan digelar dengan damai tanpa polarisasi, politik identitas dan politisasi agama”, tandasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Jokowi meminta kepada masyarakat dan semua pihak untuk mendukung tahapan Pemilu yang tengah dipersiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Jokowi juga meminta agar tidak ada lagi politik identitas yamg dapat memecah belah masyarakat. Dia juga meminta untuk meniadakan politisasi agama.

“Jangan ada lagi politisasi agama, jangan ada lagi polarisasi sosial. Demokrasi kita harus semakin dewasa. Konsolidasi nasional harus diperkuat”, kata Presiden Jokowi.