Petani Jeneponto, Takalar dan Bantaeng Dialog Jaga Pangan dengan Irjen Kementan

Petani Jeneponto, Takalar dan Bantaeng Dialog Jaga Pangan dengan Irjen Kementan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jeneponto - Dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Inspektur Jenderal (Irjen) Dr Jan Samuel Maringka melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa, 8 Agustus 2023.

Dalam kunjungannya, Jan Samuel Maringka membuka Dialog Jaga Pangan dengan kelompok tani dari Kabupaten Jeneponto, Takalar dan Bantaeng di Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati, jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Jeneponto dan jajarannya, unsur Forkopimda, Apdesi, Perwakilan penyuluh dan kelompok tani Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, serta Takalar.

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam sambutannya menyampaikan, produksi padi dan jagung di Jeneponto semakin tahun terus mengalami peningkatan.

"Namun untuk lebih meningkatkan produksi padi dan jagung, petani masih sangat membutuhkan alsintan. Dan juga percepatan pendistribusian bibit jagung dan padi," ungkap Iksan Iskandar.

Selain itu, Iksan Iskandar juga mengungkapkan, sektor pertanian di Janeponto cukup berpotensi untuk lahan pertanian terutama untuk tanaman kopi. Selain itu tanaman sayur mayur juga dapat ditanam disela sela tanaman kopi sehingga memperoleh hasil produksi yang optimal.

"Kecamatan Rumbia merupakan salah satu wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Jeneponto yang selama ini menyuplai sayuran ke daerah lain di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, untuk itu kami selaku pemerintah Kabupaten Jeneponto sangat mengharapkan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk dapat memberikan perhatian yang lebih kepada Petani di Jeneponto," ujarnya.

Dalam sambutannya, Jan Maringka mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk dari program Kementerian Pertanian dalam menghadapi krisis pangan yang sedang dialami oleh dunia saat ini.

"Sehingga perlu melakukan percepatan pembangunan ketahanan pangan yang bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan pangan Nasional," kata Jan Maringka.

Menurut Jan Maringka ketersediaan pangan yang cukup, kemudahan akses dan keamanan pangan menjadi 3 (tiga) syarat terwujudnya ketahanan pangan.

"Untuk mensukseskan program Kementerian Pertanian, diperlukan sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terkait untuk dapat menjaga dan membangun ketahanan pangan daerah guna menjadi lebih mandiri," jelas Jan Maringka.

Lebih lanjut Jan Maringka mengatakan, Pangan merupakan sektor penting untuk membangun bangsa dan negara agar lebih maju dan berkembang, untuk itu Kementerian Pertanian melalui Inspektorat Jenderal menginisiasi program.

“Jaga Pangan Jaga Masa Depan” yang berfokus pada program strategis, prioritas, dan super prioritas serta membangun sinergi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mewujudkan ketahanan pangan," terangnya.

Jan Maringka pun berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga ketahanan pangan, serta dapat memberikan energi positif bagi kemajuan pertanian dan pangan di Kabupaten Jeneponto dan wilayah sekitar seperti Takalar dan Bantaeng.

"Jeneponto sangat strategis dan punya potensi yang baik untuk peternakan kuda, tanaman Jagung, tanaman perkebunan dan hortikuktura sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan ketahanan pangan. Demikian halnya dengan Kabupaten Bantaeng dan Takalar” lanjut Jan Maringka.

Dalam kegiatan tersebut, Inspektur Jenderal Dr. Jan Samuel Maringka, menyerahkan bantuan secara simbolis berupa benih padi, jagung, kedelai, komoditas perkebunan dan hortikultura, serta alsintan pasca panen yang bersumber dari APBN, senilai 8 Miliar untuk Jeneponto, 4,5 Miliar Takalar dan 2 Miliar untuk Bantaeng.

Selain itu, pada kesempatan yang sama juga diberika bantuan secara simbolis dari program CSR Pupuk Indonesia Holding Company kepada 15 poktan di tiga kabupaten berupa bantuan Pupuk NPK Phonska dan SP26.